Senin, 08 Oktober 2012

Waiting for GODOT.. @Mencari Mitra CSR Pemberdayaan Ternak itu Ternyata Tidak Mudah....


Akhirnya mimpi setinggi langit bakal kecipratan dana CSR MANDIRI BERSAMA MANDIRI sebagai strategi menciptakan Capital Inflow ke Desa Binaan ternyata tinggal sebatas mimpi, mungkin karena terlalu berharap ada sinterklas datang bawa dana CSR korporasi bantuin ngisi kandang di SaKaDo_Academy yang kosong melompong ini. Walaupun saya masih menyinpan cadangan mimpi jadi kontestan @AGF-BC-CEC.. , perasaan GALAU atas  ketidakpastian siapa yang jadi penghuni kandang di TAHAP-3 paska lebaran qurban nanti, cukup bikin hati was-was juga.. ....

Maklum, jurus TERIKAT-TERLIBAT dalam pemberdayaan itu menang membuat tidak semua orang bisa bernafas panjang.. apalagi kalo settingan pola berfikirnya lebih berfokus kepada kepentingan diri sendiri.. bakal tulalit.com dengan misi "memberdayakan orang" di desa binaan, karena belum apa-apa yang ditanyakan adalah aspek keuntungan yang akan didapat dari kegiatan berkandang ini....


Wajar..., saya agak sedikit deg-degan berhubung sebentar lagi lebaran qurban tiba.. artinya semua sapi di kandang akan migrasi ke alam baka dijadikan hewan qurban, sementara nasib TAHAP-3  perintisan pemberdayaan ternak yang di komandani oleh bpk Kosim ini, jadi penuh tanda tanya.. apakah masih ada teman-teman kantor yang berminat paroan ternak lagi di desa binaan ini... ataukah slot kandang yang kosong di SENTRAL-2 di atas akan semakin menular ke SENTRAL 3,4 dan 5 ?


Saya wajib buat sedikit jantungan karena apapun kondisinya di kandang pemberdayaan PeternakanSaKaDo ini, ujung-ujung nya akan menyangkut warga yang selama ini bisa bekerja di kandang .....itulah sebabnya semua ujicoba kita coba saat ini, mulai dari PilotProject UjiNyali, PilotProject Sapi OutSource, dan yang masih ngarep-ngarep menjelang qurban ini adalah PilotProject Angel_Investor dari MitraGlobalSaKaDo lintas kota lintas negara..

Dari hasil Ujicoba Proyek OutSource Dalam Berkandang yang ber-Mitra dgn Bandar Sapi RPH Jakarta, dalam tema UJI_NYALI dengan menitipkan sapinya di kandang pemberdayaan PeternakanSaKaDo untuk keperluan Stok Lebaran dan stok Qurban, perpaduan antara Dunia Trading vs Pemberdayaan Ternak di Lab SaKaDo_Academy tersebut ternyata menyisakan banyak Pekerjaan Rumah bagi saya.

Banyak PR yang harus di tuntaskan di TAHAP-3, khususnya terkait aspek administrasi perkandangan yang harus bisa support detik.com dan manajemen pakan yang disarankan perlu juga diujicoba penggemukan dengan FULL KONSENTRAT,  agar para tenaga warga desa yg menjadi crew kandang tidak terbuang percuma, khususnya dalam memanfaatkan kondisi harga pasar perdagingan di dunia_sapi yang cukup kondusif bagi peternak lokal saat ini...Pemberdayaan itu cukuplah dari sisi fundrising, namun pengelolaan operasinal kandang nampaknya harus lebih baik dengan nafas kuat untuk menunjang dunia Trading yang perputaran keluar masuk kandangnya lebih cepat sesuai respon pasar yang ada...




Di TAHAP-3 nanti, saya yakin bukan berarti para pembaca blog PeternakanSaKaDo tidak ada yang berminat untuk paroan sapi...namun jujur saja berhubung usaha perintisan ternak sakado ini masih amatiran.. nampaknya saya tidak tega jika suatu saat ada pihak-pihak yang kecewa karena skenario penggemukannya sangat jauh melenceng dari rencana awal, targetnya PilotProject PAKET SAPI UJI NYALI itu  4-6 bulan penggemukan, ternyata udah mau 12 bulan pun sapinya belum layak jual atau jikapun layak jual, ternyata pembeli nya belum datang-datang ke kandang yang lokasi memang agak masuk ke dalam hutan ....


Idealnya dengan kapasitas kandang yang lumayan besar.. PeternakanSakaDo ini mustinya punya dana cadangan operasional untuk menjamin sapi-sapi titipan para shohibul maal, namun jangankan ada lebih buat kas operasional.. kalo truk kandang mogok saja pa kosim langsung kelimpungan dicatat nya menjadi hutang siapa... inilah uniknya PeternakanSaKaDo, yang memang di bangun dari tangan banyak orang.. bukan dibangun dari modal sendiri.. bukan pula dibangun oleh modal korporasi..yaa kita nikmati saja ORGANISASI TANPA BENTUK ini, yang penting pengalaman berkandangnya kian hari kian mumpuni....

Sudah suratan... starting point PeternakanSaKado ini adalah 100% masih kegiatan paroan ternak tradisional, yang belum punya legalitas formal usaha, belum punya perjanjian kerjasama yang terbukti pasal demi pasal nya agar bisa melindungi para pihak dari kesialan, sehingga sangat wajar pula jika para donatur individual yang rata-rata masih satu kantor pun menjadi datang dan pergi bagaikan sinyal komunikasi.. .. jadinya kalo ada problem.. otomatis saya dan pa kosim yang muter otak cari solusi sendiri... Hal ini sangat wajar karena saya memang ditakdirkan sebagai insiator kandang, sehingga lebih banyak ketiban tanggung jawab moral agar perjuangan saya dan pa Kosim tiap hari mikirin kandang selama 2 tahun kebelakang tidak sia-sia karena tidak kandas di tengah jalan..

Mengapa Harus SANG GODOT PEMBAWA DANA CSR  yang diharapkan datang? Karena Proses Suatu Pemberdayaan itu ukurannya JANGKA PANJANG, maka otomatis Fund Rising nya pun harus bersumber dari PENDANAAN JANGKA PANJANG dan GRATISAN kalo bisa, Selain urusannya ga ribet dan rewel, dana-dana sosial tentu bakal lebih fleksibel atas masih kentalnya suasana ketidakpastian dari suatu perintisan kandang pemberdayaan, sehingga para pelaku pemberdayaan di lapangan akan lebih merasa nyaman tidak dibebani beban moral jika HARAPAN tidak sesuai dengan KENYATAAN, yang penting semua ikhtiar dan amanat sudah dilaksanakan.. 


Jika nanti Sang Godot tidak datang-datang, ya sudah tidak mengapa...., toh kita masih punya Kurikulum lain di SaKaDo_Acdemy yang masih bisa di pelajari dari nada dasar SaKaDo yang di cita-citakan.. yaitu bikin Pabriek_KAmbing_DOmba..


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar