Senin, 01 September 2014

Bagaimana Menciptakan TrendSetter ber-QURBAN yg TERBAIK untuk Kelas Menengah Ibukota.....??



Akhir tahun......biasanya dijadikan refleksi dan barometer apa yang akan terjadi ditahun depan... nah tidak ada salahnya kita juga coba iseng-iseng meneropong nasib bisnis kemitraan paroan ternak sapi ini dikaitkan dengan OUTLOOK perekonomian indonesia, yang saat ini banyak di ulas di media sebagai fenomena "KEBANGKITAN POTENSI KELAS MENENGAH INDONESIA" alias bangsa ini lagi berubah dari low income country menjadi Midlle Income Country. 


Stok Qurban di Sentral-4 Per 20 September 2012

Ada beberapa indikator Penduduk Kelas Menengah (katanya koran sih), misalnya dari pendapatan per capita >$3000, tingkat komsumsi yang semakin meningkat karena kebutuhan dasarnya sudah terlampau..bla bla bla.. yang ujung-ujungnya menopang laju pertumbuhan ekomoni diatas rata-rata negara lain.. jangan heran, jika amerika dan eropa saat ini dilanda krismon, namun jalanan tol ibukota justru siang malam penuh dengan lalu lintas Truk tiada henti.. itu adalah tanda-tanda ekonomi kita berputar makin kencang...

 

Pertumbuhan kelas menengah baru di indonesia itu denger-denger dan baca-baca mencapai 7 juta orang per tahun.. ini adalah peluang pasar yg besar.... angka tersebut (katanya lagi) dua kali lipat populasi penduduk singapura dan akan terus berkembang seiring peningkatan pendapatan. Tumbuhnya kelas menengah baru tentu akan menuntut gaya hidup baru...


Masih bingung hubungannya Kelas Menengah vs PROYEK KEMITRAAN TERNAK SAPI ???? begini... kasarnya kalau sekarang fenomena ritel semacam indomart dan alfamart sudah merambah pelosok desa dll, jangan sangka dan jangan salah duga..siapa tau nanti warung steak dengan harga kaki lima semacam OBONK atau WAROENG juga akan nongol di desa-desa... atau makan Steak akan jadi pengganti Nasi Uduk, Mie ayam dan baso buat pengganjal perut.... siapa tau, steak tiba-tiba akan jadi menu di kantin sekolah atau kampus anak kita..dll,  

Dilelang Buat yang Minat Sapi Premium 700Kg, Video @20 sep 2012


Lalu apa hubungannya Kelas Menengah dengan Sapi Qurban?
ini menariknya... Jika kita fokuskan issue Middle Class tsb dengan kebangkitan potensi Kelas Menengah Muslim ibukota, saya pribadi semakin optimis dalam urusan persapian ini.... lihatlah saat musim qurban kemarin... semakin banyak orang yang merasa wajib untuk berqurban... bacalah donatur qurban via PKPU, Dhompet Dhuafa dll.. semakin hari semakin banyak yang berpartisipasi,. artinya kebangkitan Kelas Menengah Muslim diiringi juga dengan kebangkitan pemahaman beragama yang semakin baik... tinggal dipoles dikit, tadinya hanya sekedar ber-qurban alias gugur kewajiban... nanti kita upgrade dan diarahkan menjadi keinginan untuk ber-QURBAN yg "TERBAIK dan TERBERAT" seantero masjid di lingkungan kita...plus bahwa berqurban dengan menyembelih sendiri itu lebih banyak keutamaannya dibandingkan sekedar transfer uang... kalo perlu kita adakan  Pooling SMS dan pemberian PIALA BERGILIR ddari panitia qurban di masjid untuk pequrban dengan bobot paling heboh.. hehehhe

Qurban, saya rasa bukan masalah keuangan, namun lebih kepada masalah perencanaan, mentok-mentok anda ber-Qurban dengan sapi seberat 1 ton paling harganya ga lebih dari Rp20-30juta... sekarang kita tanya, kira-kira berapa budget kita untuk liburan akhir tahun beserta keluarga, berapa budget yg kira keluarkan untuk membeli gadget dan handset..... pastilah angkanya tidak jauh beda dari harga sapi seberat 1 ton tersebut.. tinggal masalah niat dan perencanaan untuk memberikan Qurban Terbaik di Iedul Adha nanti... ingatlah kembali kisah HABIL-QOBIL yang beda nasib karena TIDAK MEMBERIKAN QURBAN TERBAIK..

  
.....Ini Ilustari Jadul Konversi Dinar Tahun 2012....


Sebagai karyawan di industri telco, ada pelajaran menarik dari industri tempat saya bekerja... yaitu bagaimana menciptakan pasar ditengah persaingan yang sengit antar operator, bagaimana caranya menjadi crakcer sepeti seorang Hasnul Suhaemi yang bisa merubah tatanan harga pulsa di indonesia sehingga para pemulung pun bisa berhalo-halo sambil dorong gerobaknya. ..... begitu pula dengan fenomena berqurban, TIDAK BISAKAH kita mendapatkan hewan qurban yang makin hari makin murah? tidak udah jlimet... coba kita renungkan jika kita hidup di komplek menengah ke bawah atau membaur di perkampungan, pernahkah kita terpikir bagaimana caranya bisa meningkatkan populasi tetangga kita yang ingin berqurban namun hanya punya uang pas-pasan.. tidak mungkinkah jika tetangga kita hanya punya uang Rp 100-300rb tapi ingin merasakan nikmatnya menyembelih qurban sendiri???  Pernah ?????



Konsep qurban terbaik tentu bukan hanya dari ukuran bobot. Jjika anda sanggup nombokin satu sapi bersama tetangga yg hanya punya uang 100-300rb tadi, itu juga sudah masuk kategori QURBAN TERBAIK, meskipun sapinya hanya berbobot 250-300kg saja... Sayang memang kita sering terjebak bahwa jatah 1 sapi qurban harus 7 orang, sehingga paradigma kita adalah harga satu sapi dibagi 7..... padahal cuma berdua pun boleh saja... inilah PARADIGMA yang harus dirubah menuju GAYA HIDUP QURBAN TERBAIK..



Saudara-Saudara.... !!!! MERENCANAKAN QURBAN itu SANGAT PENTING.. Apalagi kalo niatnya memang masuk MURI, kaya Ki Kusomo yang Paranormal itu... beliaulah PEMEGANG REKOR QURBAN TERBAIk versi MURI dengan bobot 2 TON ...ingat baek-baek.. PARANORMAL !!! rekor qurban MURI itu bukan di pegang USTADZ, bukan di pegang PRESIDEN RI yang muslim,, bukan pula di pegang PENGUSAHA MUSLIM ... tapi PARANORMAL SODARA-SODARA!! disinilah kita kalah pinter dengan Ki Kusomo yang JAUH-JAUH hari sudah mempersipakan QURBAN TERBAIK nya...

Menunggu Datangnya Sang Godot Dana CSR 
Bantuin Pemberdayaan Ternak @SaKaDo_Academy 

Begitulah tantangan saya  bersama PeternakanSaKaDo di depan mata yang SUNGGUH NYATA... yaitu bagaimana MENINGKATKAN aksestabilitas kaum muslim ekonomi pas-pasan agar bisa berqurban,  dan BAGAIMANA menjadikan QURBAN TERBAIK itu menjadi bagian lifestyle Kelas Menengah Muslim di ibukota... kalo targetnya ketinggian.. minimal bisa ada kenaikan target buat diri sendiri dengan belajar miara kambing yang cakep buat dipotong qurban sendiri .... tinggal nanti mikirin masalah apakah si kambing ini bisa di kirim via TIKI ke jakarta, biar anak-anakku ada pengalaman dorong-dorong kambing walau hidup di kota seperti qurban 2 thn lalu di video yg atu ini..



#...Tebar Qurban 2011 Bersama Yayasan Cahaya Kebajikan, Jatiwaringin  Pondok Gede..#


ANAK BANYAK... KEBUTUHAN HIDUP MANGKRAK HEWAN QURBAN nya GA MENINGKAT-MENINGKAT... Ampuunnnin Hamba ya Allah....



.... Cuma Mampu Motong 1 Qurban Doank.. 
Pigimani lagi.. Gaji no Up Up..


#... Kalo Senasib.. Yuk.. kita mulai Nabung BakalanQurban di SaKaDo_Academy... #

TEBAR QURBAN 2013 nanti apakah Bisa Dorong-dorong sapi yah buat sekeluarga . ? #..Masih Pesimis.. #

...Sinergi Tebar Qurban 2012 Bersama Yayasan Cahaya Kebajikan, 
Jatiwaringin  Pondok Gede..


Perjalanan jadi pengamat "by remote" atas kegiatan perintisan pemberdayaan ternak sejak awal 2011 lalu yg dilakukan warga Desa Babakan asem dengan sang komandan pa Kosim Ahmadi sebagai AGEN PERUBAHAN nya, belumlah bisa disebut suatu keberhasilan.. karena berbagai masalah masih banyak menghadang...  apalagi dengan konsep "KANDANG SAWERAN KOLEKTIF" yang melibatkan banyak tangan yang saweran, pastilah tidak akan bisa memuaskan semua pihak...



....Stok Qurban Premium buat Qurban 2013 ...

Namun PROGRESS atas visi untuk  menciptakan TrenSetter Ber_Qurban Terbaik lambat laun mulai nampak... minimal akses kepada sumber bakalan yang bisa dijadikan Sapi Qurban Bobot Premiun sudah ada ...alias bisa memotong beberapa rantai transaksi...  orang bilang sich... KEY SUCCESS DRIVER nya dikit-dikit bisa dikumpulkan...

... Si Bule... Murid Pertukaran Pelajar @SaKaDo_Academy 
...Buat UjiCoba Pakan  #Agustus 2013#



Misalnya saja kalo dulu rada-rada cuek ama para penjual sapi dipinggir jalan, namun karena pernah merasakan "suka dukanya" ngawal crew kandang yg berhari-hari jagain lapak sapi, ternyata bisa juga menimbulkan rasa kepedulian dan silaturahmi yang berkelanjutan.. contohnya aja hubungan dengan mas Bambang Wong Solo yang dulu buka lapak di lapangan Pondok gede depan rumah.. Alhamdulillah skarang pa Kosim malah sudah 2x berkunjung ke kandangnya buat survey bakalan ... minamal dari hasil silaturhami di awal bulan september 2013 ini ada sharing ilmu tentang duniasapi yg bisa di dapat dari mas Bambang yg sehari-hari nya juga jadi ketua kelompok ternak di desa nya..

... buka lapak di pondok gede lagi ga yah doi... ?


Persis seperti jualan pulsa,... Subsidi silang antar segmen market sapi qurban itu memang wajib ada, yaitu bisa nyediain sapi yang bobotnya diatas rata-rata, plus bisa pula nyediakan sapi Cungkring lokal yg alakadarnya biar ga terlalu mahal jualnya .... Tentu saja tidak berarti semua cita-cita diatas bakal sanggup saya pikul sendiri... alias ini adalah PilotProject UjiNyali dari semua pihak menuju cita-cita Masyarakat Indonesia yang adil dan Makmur dan sejahtera dunia dan akherat yang makin tidak kentara wujudnya...  @ga_Nyambung.com

Fokus.. fokus.. fokus..

...... Nah.. Ini Stok Qurban 2013 baru datang awal Septembe ini titipan bandar jawa....

 =====================================================================
Update Status atas Repost Edisi 9 Desember 2011 



Ini Dia Stok Qurban Terbaik 2014
@SaKaDo_Academy 


Sapi nya Juragan JatiJBS
Aug-2014

Minggu, 24 Agustus 2014

Ketika "BERDIKARI" via WiraUSaha Peternakan tidak semudah kata-kata dalam ORASI para CAPRES...



Mumpung lagi panas-panas nya musim kampanye presiden... tema blog kali ini saya coba sambung sambungkan dengan kosa kata musim Debat Capres yang lagi pada rajin mengeluarkan istilah-istilah bertemakan BERDIKARI, ...KEMANDIRIAN, sampai ide EKONOMI KERAKYATAN dan cara membuat bangsa kita rada-rada MAKMUR melalui percepatan pembangunan di pedesaan, khususnya via alokasi anggaran APBN Rp1Miliar untuk tiap desa sesuai amanat UU DESA terbaru..


 ".....Imperialisme bukan saja sistem atau nafsu menaklukkan negeri atau bangsa lain, tapi imperialisme bisa juga hanya nafsu atau sistem mempengaruhi ekonomi negeri dan bangsa lain. Ia tak usah dijalankan dengan pedang atau bedil atau meriam atau kapal perang, tak usah berupa pengluasan daerah negeri dengan kekerasan senjata sebagai diartikan oleh Van Kol, tetapi juga berjalan dengan "putarlidah" atau cara "halus-halusan"........................."



Sudah rada lama juga rasanya saya tidak bisa sidak berkunjung langsung ke desa melihat suasana kandang, sehingga beberapa kurun waktu blog ini minim informasi progress pemberdayaan ternak menyangkut "DOMBA BERDIKARI" dan "DOMBA UJI_NYALI....". Faktor Transportasi menjadi kendala terbesar saat ini untuk menuju ke Desa karena kondisi lalu lintas Bandung-Sumedang-Cimalaka yang macetnya gila-gilaan... sementara kalo nunggu TOL CISUMDAWU kelar masih lama... terpaksalah harus coba alternatif moda transfortasi lain menuju ke TKP ..alias latihan TOURING 2x3jam bulak balik naik motor Bandung-Sumedang-Conggeang, walaupun badan pegalnya hancur-hancuran... 



@Masjid Cimalaka... 1/2 Jalan Menuju Desa Binaan


Setelah beberapa musim berinteraksi dengan warga Desa Babakan Asem via perintisan Wirausaha Peternakan Amatiran di SaKaDo_Academy ini, ternyata kondisi di lapangan tidak semudah membalik telapak tangan, apalagi seindah hasil analisa kelayakan di atas kertas.. BANYAK VARIAN KENDALA di lapangan yang mungkin susah dituangkan dengan kosa kata di buku-buku yang kebanyakan lebih membahas sisi sukses nya beternak...  TIDAK ADA SATUPUN buku yang khusus bercerita tentang aneka kegagalan jadi peternak dari A sampai Z (ya iyalah mana laku nanti..)... Semua buku pasti hanya sepintas membicarakan kegagalan dalam beternak ..yang akibatnya kita baru sadar belakangan bahwa kasus-kasus di lapangan itulah yang dimaksud buku tersebut... #GAGAL FAHAM#






Apang namanya... Putus Sekolah sampai SD
Smoga bisa jadi KADER TERNAK  "DOMBA BERDIKARI"...Amin


KEGAGALAN MEMANG PELAJARAN PALING BERHARGA... cuma kalo sudah beberapa tahun kita merintis belum juga keliatan ada hasilnya, MAKA pertanyaannya adalah SAMPAI HARGA BERAPAKAH kita masih tetap berani membayarnya ?... Kalo di hitung-hitung mah, alokasi dana-dana para ANGEL INVESTOR yang sudah tertanam di desa untuk perintisan pemberdayaan ternak sejak  2011 lalu, kayanya sudah melebihi angka yg di perdebatkan para capres.. namun ternyata kondisi SUKSES belum juga bisa kita rasakan, jangankan untuk CUAN...mencapai level balik modal aja nampaknya makin serasa menjauh....
PERBERDAYAAN itu MEMANG JALAN PANJANG...Tidak Bisa INSTAN Via PENCITRAAN

Artinya, selain faktor DANA.... ada FAKTOR LAIN yang SANGAT FUNDAMENTAL yang akan menentukan proses terjadinya PERUBAHAN dalam KONSPIRASI KEMAKMURAN BERSAMA di desa... masalah MENTAL warga desa yang lebih senang "KERJA SEKARANG dapat DUIT SEKARANG",  sehingga di beberapa tempat lain domba-domba bantuan pemerintah pada langsung di jual.... atau akibat jenis bantuan Ternak yang tidak sesuai dengan potensi kearifan lokal, sehingga tingkat kematiannya tidak bisa dikendalikan... atau masalah masih minimnya pengetahuan dan pengalaman warga dalam berwirausaha ternak dsb dsb ...adalah permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah terbesar.. Plus bukan tidak mungkin kalo dulu yg di sidik KPK hanya pejabat-pejabat nya di kota, pesakitan gara-gara UU Desa itu bakal banyak di isi oleh para perangkat desa...  akibat euforia bagi bagi program bancakan di desa.. 

Jangan sampai dana-dana bantuan ke desa jadi kayak nabur garam ke laut.. tidak ada ngefeknya buat kemajuan desa dan warganya
...ZONA-ZONA-an Biar keren...



Ada 2 Ujicoba yang sudah kita coba mulai rintis sejak saya belajar Pindah Quadrant via berkandang @duniamaya ini, yaitu pemberdayaan ternak (paroan) "DOMBA UJI_NYALI" yang dipusatkan di sekitar area sentral SaKaDo_Academy yang buat gagah-gagahannya kita kasih nama ZONA 1 yaitu lokasi ngangon yang berada di radius 0-1Km dari Sentral SaKaDo_Academy..


ZONA-1... alias di sebelah kandang sentral SaKaDo_Academy


Ujicoba lainnya adalah program "DOMBA BERDIKARI", berlokasi di ZONA-2 sekitar 1-3Km dari Sentral, dimana mayoritas pemelihara nya adalah  warga golongan RTM alias Rumah Tangga Miskin.. bahasa kerennya warga Dhuafa.. yaitu warga yg tidak memiliki lahan garapan, tidak punya keterampilan khusus , anak putus sekolah, janda tua dsb-dsb... Misi Awal program untuk jangka pendek baru sebatas menciptakan perubahan aktivitas dari menggangur menjadi tukang angon, dan jangka Panjangnya tentu saja agar suatu saat hasil paroan dari kelolaan warga tersebut bisa dijadikan ternak bergulir untuk warga yang belum kebagian....



Area Proyek Bagi Hasil Menanam JatiJBS
sekaligus Zona nangon "DOMBA BERDIKARI"
untuk warga kategori RTM alis "Rumah Tangga Miskin"


Dari hasil obral-obrol dengan warga yang memelihara.. cerita-cerita klasik tentang kematian ternak merupakan TUGAS BERAT yang sampai saat ini belum bisa dipecahkan secara tuntas... hampir 15-20ekor hasil anakan "DOMBA BERDIKARI" tewas.... Bisa juga  penyebab kematian tersebut karena bantuan indukan yang diberikan kualitas ternaknya masih alakadarna... bukan ternak hasil silangan yang dijamin mutunya... untuk itulah, fungsi kandang Sentral SaKaDo_Academy ingin berupaya bisa membantu menyediakan pejantan-pejantan yang lebih berkualitas, agar setiap indukan yang di piara warga bisa di kawinkan dengan indukan yg cukup dewasa demi tercipta kualitas ternak yang makin baik di desa...



 Mike Tyson  : ...Semua orang bisa ber-strategi, tetapi ketika pukulan lawan mengenai muka Anda – baru Anda tahu..  apakah strategi Anda bekerja atau tidak

Entah wajar atau tidak terkait masih tingginya level kematian ternak tersebut, karena mungkin saja ilmu handling ternaknya baru pada mulai... namun kematian ternak baik yang indukan maupun anakan tentu saja membuat warga yg terlibat pemberdayaan ternak menjadi sedih.. terbayang jerih payah mereka tiap hari berpanas-panasan menggembala domba, namun ujung2nya berakhir dengan kematian jika bakalannya kurang berkualitas ...plus yang paling penting adalah...belum tentu mereka mendapat GANTI nya atas ternak yang mati...



Kualitas Pejantan.. .Kunci Perbaikan Mutu Ternak di Masa Depan... 
#Begitu Teorinya#


Seperti kisah si nenek janda tua di bawah ini, dari 3 indukan yang diberikan ada yang mati 1 ekor... otomatis tinggal 2ekor lah yang dia piara, jika 2 ekor mati lagi.. yaaa sudah.. HILANG HARAPAN si nenek karena kami belum tentu bisa memberikan gantinya karena hasil Ternak Bergulir akan memerlukan waktu yang lebih panjang lagi... wajar kalo dia minta indukan nya ditambah agar ngangonnya tidak tanggung capenya.. karena nangon 2-3ekor dengan nangon 10-20 effort nya sama.... 



Salah satu warga yang jadi sasaran pemberdayaan paroan bergulir "Domba BERDIKARI"


Dan masih banyak lagi problematika yang menjadi jebakan-jebakan kegagalan saat kita memulai wirausaha peternakan di desa binaan ini.. yang jelas benarlah sudah nasihat di bawah ini yang wajib menjadi bekal kita bahwa BEKERJA dengan IKHLAS harus menjadi PONDASI kegiatan perintisan belajar ternak di SaKaDo_Academy ini...


berMIMPI itu jelas lbh mudah dari BerBICARA, sayang....dan tak semua org yg pandai BICARA pandai pula MENULIS kan ucapannya.. apalagi nulisnya di Blog., tapiiiiii dari sekian banyak Org Yg pinter Nulis/NgeBLog.. hanya sedikit dari mereka yg Bisa MENGERJAKAN apa yang mereka Tuliskan... dan dari sedikit org yg BIsa BeKERJA itu....Hanya segelintir orang yg SANGGUP BEKERJA dgn IKHLAS untuk Mewujudkan Mimpi-mimpi Mereka....itulah mereka ORANG_ORANG PILIHAN Allah...



Kayanya memang akan menarik juga kalo kita bisa investarisasi masalah-masalah real di lapangan yang pernah timbul selama 4x musim qurban... karena info kegagalan beternak adalah informasi yang paling jarang di gembar gemborkan menurut kuliah imajiner nya Tony_Sapi....  mulai dari sisi produksi, sisi pemasaran.. sisi warga yang jadi SDM nya.. sampai masalah mental kita yang jantungnya empot-empotan karena modal kaga "BEP-BEP" juga... 

... Jebakan-Jebakan Masalah WiraUsaha Peternakan..
"..Biaya sekolah ilmu sapi" itu mahal... ada yang harus bayar SPP nya (rugi) sampai Rp 1 Miliar.. alias bangkrut usahanya dengan kerugian Rp 1 Miliar.. bahkan ada juga yang sampai kena SPP Rp 6 Miliar... saking Njelimet nya urusan "MERUBAH RUMPUT MENJADI DAGING' ini (persis seperti kotak-kotak diatas), Bahkan yang sudah 30 thn jadi bandar sapi saja kadang masih mengalami kerugian, apalagi PeternakanSaKaDo yang masih bau kencur ini... saya dan pa kosim pun sudah merasakan kena mahalnya STUPIDCOST yang lumayan gara-gara Ngelmu Sapi di Tahap-1 yang lalu..#


 "...MERUBAH RUMPUT MENJADI DAGING ITU TIDAK MUDAH.."



Yaaah.. mungkin yang paling realistis untuk tahap awal kedepan adalah memperbanyak area pasokan sumber pakan... alias banyak-banyak nanam bibit-bibit rumput yang lebih berkualitas sesuai dengan potensi desa.. biar kalo belum bisa jadi peternak sukses , minimal kita bisa berhasil jadi supplier bibit rumput ODOD ... yang penting UUJD.. "UJUNG_UJUNGnya_JADI_DUIT... "amin amin amin..