Senin, 20 Oktober 2014

Bedah Buku buat blajar Jurus A.T.M...... # Buat di Uji Praktek @Tebar_Qurban Kambing & Domba..#



.... Repost Versi 15 Jan 2013...


Amati, Tiru Dan Modifikasi katanya adalah cara yg paling gampang untuk belajar memulai sesuatu. Jurus ATM ini tentunya paling afdhol kalo diawali dengan perbanyak pendalaman Study Literatur alias mem-BEDAH BUKU yang banyak beredar di toko buku maupun di dunia maya,.... lalu kita branikan diri untuk mencoba merealisasikan semua sharing dari para senior tersebut, mudah-mudahan dengan jurus COPY PASTE ini bisa kecipratan sukses seperti mereka... 

Begitulah strategi di awal tahun 2013 yang ingin saya terapkan dalam nyanyian nada dasar ternak KADO.. KAmbing-DOmba. Mudah-mudahan praktek dari belajar BEDAH BUKU ini bisa dijadikan platform untuk simulasi kemitraan dalam pengembangan perintisan pemberdayaan ternak di SaKaDo_Academy kelak.. 


Knapa saya milih jurus BEDAH BUKU ? begini critaya.. Jika saya ingin ngajak orang terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa via kemitraan ternak, biasanya timbul berbagai pertanyaan.., daripada saya pusing-pusing jelasin Ato Z.. mendingan saya suruh aja pada beli buku-buku yang dijadikan bahan BEDAH BUKU.. dari sanalah semua konsep stream bisnis, pemasaran bahkan detail timetable dan jurus-jurus beternak kambing-dombanya bisa kita dapatkan dan tinggal saya CopyPaste untuk dipraktekkan di PeternakanSaKaDo.. ibarat resep, semua bahan sudah di infokan dan tinggal di praktekkan saja.., kalo ada yg ga jelas, tinggal tanyain ke penulis buku nya.. hehehe

Biasanya.. pertanyaan-pertanyaan yang memang wajib di lontarkan oleh kita-kita yang mau mengeluarkan dana kira-kira kaya gini.
1. Skenario revenue stream bisnis nya kaya apa ? 
2. Berapa Margin Bagi Hasil nya.. 
3. Kemana Ngejual Hasil produksi nya 
4. Gimana kalo ada ternak yang mati dll 


....2013-2014 UjiCoba nya Baru sebatas Urusan Produksi...
.Hasil: .Yang Mati ada Banyak., Yang Beranak Pinak Juga banyak..

    Atau pertanyaan yang lebih advance lagi yang pernah saya dari seorang rekan yang jadi  juragan madu ketika saya usulkan adanya Tabungan Qurban di lingkungan pengajian seperti gini : ".... sebenarnya mau dibawa kemanakah kegiatan yang ditawarkan ini....? Apa bedanya saya beli kambing qurban dari ente dengan beli kambing qurban di lapak pinggir jalan.. ?, bukankah ente tidak mengelola langsung kandang tersebut, tapi baru sebatas SaKaDo_Thinker doang di dunia_maya ?.. Sudah berapa tahun ente kenal dengan para warga yang akan mengelola duit-duit kita...?"... 

    Pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan seperti di atas merupakan inputan berharga agar kita semakin yakin atas langkah kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka manajemen resiko.. ibarat mata pisau yang senantiasa diasah melalui berbagai macam pertanyaan, maka setiap brainstorming tersebut akan semakin memperkuat konsep bisnis yang selama ini kita coba anut. Jika jawaban yang kita berikan saja tidak menyakinkan, bagaimana pula daya dan upaya kita dalam memperjuangkan masa depan akan maksimal ...



    Borong Kayu dulu buat upgrade Kandang Relokasi ex-Cileunyi Sebagai Kandang Qurban

     

    Ada 3 Pilar yang ingin di bangun dari jurus ATM Bedah Buku ini:

    1. Komposisi Ternak yang ideal untuk Uji_Nyali Kemitraan Ternak (Aspek Pendanaan)
    2. Sinergi dengan Jurus Rotasi Indukan Domba_BERDIKARI (Aspek Produksi)
    3. Sinergi Pemasaran dengan PROGRAM TEBAR_QURBAN (Aspek Pemasaran) biar ga kena Jebakan Rambo dalam beternak...


    n


    Mudah-mudahan dengan 3 PILAR di atas, semua misi kegiatan yang ada di desa binaan bisa di link &match.. yaitu program pemberdayaan Dhuafa Domba_BERDIKARI bisa mensupply Betina Indukan setiap saat, Uji_Nyali Kemitraan Ternak dari para Shohibul Maal sebagai buyer awal kemitraan juga bisa lancar dan bisa mendapatkan Bagi Hasil kemitraan, dan Shohibul Qurban yang mulai nyicil @Tabungan Qurban sebagai buyer akhir dari ternak-ternak yg dipiara di desa binaan bisa mendapatkan Hewan Qurban pilihan Terbaik ... 

     ....TERNYATA... 
    SETELAH DIJALANI, MASING-MASING PILAR INI BERJALAN SENDIRI-SENDIRI... ALIAS MASIH JAUH DARI MIMPI LINK & MATCH




    3 sasaran dari mempraktekkan Bedah Buku tersebut bisa di kemas menjadi satu kesatuan dalam mensiasati adanya perbedaan kepentingan dari masing-masing pihak yang terlibat.. ada yg butuhnya uang buat urusan perut harian (WARGA BINAAN) ... ada pihak yg kelebihan uang ingin memberdayakan dhuafa tapi juga ingin menikmati keuntungan investasi (INVESTOR KEMITRAAN) .. ada juga yg memang uangnya Cuma buat keperluan ukhrowi tapi baru bisa di serahkan saat qurban nanti (SHOHIBUL QURBAN)..


    Nah, agar kita bisa belajar bersama dengan referensi yang sama.. maka saya coba untuk mengaplikasikan dari sumber buku yang sama pula.. jadi kalo suatu saat pembaca blog ada yg berminat bikin kandang sendiri... bisa tinggal cari buku diatas dan blajar praktekkan pake Jurus ATM ...


    KANDANG HASIL REALISASI PROKER @2014


    Ok.. kita coba PAKET Domba di PROKER 2013 dengan komposisi 1:10:10 sesuai saran di buku yang kita bedah ini... semua asumsi komplit tercermin di table di ats, mulai target umur bakalan, dan kebutuhan pakan ternak sampai biaya-biaya yang timbul.. 

    Begini kira-kira simulasinya.. di bln-1 kita akan butuh dana untuk pengadaan 1 Pejantan Pacek, 10 Bakalan Jantan Qurban dan 10 Indukan Betina (idealnya sudah bunting dan siap lahiran di bln-2.. INI YG RADA SUSAH NYARI NYA...). Memastikan Indukan betina dengan umur kehamilan yang sama dan siap beranak pinak di bulan ke-2 tentu bukan perkara gampang saat kita mencoba mempraktekkan BEDAH BUKU ini..


    Menginjak bulan ke-2.. kondisi ceteris paribus yang dipakai di buku kayanya bikin saya agak pesimis.. MENGAPA ? .. karena memang dibuku skenarionya pake level OPTIMIS dibulan ke-2 tsb.... yaitu 10 Indukan Betina yang kita beli di bln-1 sudah pada lahiran dan memberikan kita 13 ekor anakan baru..  JADI total ternak kita di bln ke-2 adalah : 1+10+10+13 = 34 Ekor ternak... ASYIK KAN ???? 

     Kalo Tidak Sama-Sama Cinta.. Kawin Paksa Tidak Akan Terlaksana


    Lanjut..langsung loncat ke bulan ke-7.. 

    Kira-kira menginjak bulan ke-7 komposisi ternak, umur masing-masing dan biaya-biaya pakan akan tercermin dari table di bawah ini... seiring bobot ternak yg makin naik.. maka biaya pakan bulanan pun mulai meningkat.. tadinya cuma Rp157rb-an.. sekarang di bulan ke-7 jadi Rp300rb an..

    Singkat Cerita.. sampailah kita ke bln-12.. Ujung dari program yang akan kita praktekkan..  
    Hasil nya adalah..:
    1. 10 bakalan Qurban berumur 17 Bln yang siap di potong dgn bobot >30Kg 
    2. 10 Indukan Betina berumur 23 bln.
    3. 13 anakan berumur 11 bln dgn bobot 25-31Kg
    4. 13 Anakan yang masih ABG berbobot <20Kg
    Dan.. Tinggal BINGUNG nanti jualannya KEMANA.......hehehe..wajarlah, namanya juga pemula.. #..produksi oceh vs pemasaran masih parah..# itulah sebabnya mengapa wajib ada Tabungan_Qurban dan Tebar_Qurban di desa binaan.


    ..Hasil Simulasi Pada Program Domba UJE-3..
    ..Dari 3 Indukan berkembang 8 Anakan...

    Ini baru simulasi hasil yang ingin di capai dari Skenario program kerja yang akan saya coba di awal tahun 2013 ini.. tentu saja ini harus bisa di terjemahkan lagi dalam suatu itung-itungan feasibility study yang lebih update.. karena harga-harga di lapangan pasti agak berbeda dengan asumsi yang di gunakan di buku... namun sebagai pedoman bagi saya yang berjalan di kegelapan.. tentu BEDAH BUKU ini akan menjadi secercah sinar terang dalam mengawali langkah... minimal buat orang kaya saya yang masih gelap gulita blajar memahami resiko resiko di dunia peternakan...  Amin..


     ========================================

    STATUS END of OCTOBER 2014
    KITA ULANG BEDAH BUKU NYA BUAT PROKER UJI_NYALI 2014

    ...Data Statistik Kandang masih kurang akurat.. kaya BPS nyensus ternak aje... 


    .... Masih Susah Mencapai Target Tiap Minggu Ada Lahiran....

    ....Pejantan UjiNyali nya harus kelas Premium.. 
    agar saat Tebar_Qurban punya nilai Subsidi Silang yang Makyusss


    ....Di Lapak Qurban ... Model Kaya Gini pricing nya >Rp3-4Jt...

    ....Qurban buat Jabotabek... 
    ...Kambing jadi favorit.. karena bisa menang di tinggi badan...

    .....lahiran bulan oktober 2013..smoga sehat sampai dewasa...


     Karena Keterbatan Dana Yang Saya Miliki..
    Ujicoba nya hanya bisa beli 1 Indukan saja...



    ..Tebar_Qurban Nya Baru di Level 6-7Ekor...
    ...Alias Baru bisa Create 10-15Jt Dana Masuk Ke Desa...

    Sabtu, 11 Oktober 2014

    Blajar Meng-ANALISIS SITUASI nya SaKaDo_Academy @PeternakanSaKaDo di Sebuah Desa Bernama Babakan Asem...... Biar Kita Bisa "Move On" Terus


    "Geraidinar.com: ...Seperti orang kota yang kadang berkunjung ke desa, mereka tidak lama tinggal di desa dan buru-buru balik ke kota. Demikian pula uangnya, kadang uang orang kota mampir ke desa sebentar – tidak kerasan di desa – buru-buru balik ke kota. Karena pergerakan orang mengikuti aliran uang, maka orang desa-pun berbondong-bondong urbanisasi ke kota yang kemudian memunculkan sejumlah masalah ekonomi dan sosial. Aliran uang dan orang ini sebenarnya bisa dibalik, bagaimana caranya ?  "

    ...MERENUNG SEJENAK ATAS APA YANG SUDAH 
    KITA LALUI BERSAMA SEJAK 2011...

     ..Tapak Sejarah di Mulai @2011..






    # Pemetaan Masalah #
    ... Kandang Nya Dibangun Atas Prinsip Saweran Dilahan Orang..
    alias Bukan 100% Kandang Saya Pribadi...


    ...Kalo Ini Kandang Milik Pribadi. dilahan tanah sendiri....
    ...Tapi Kok Ga Ada Isinya.. hehehe
    # Pemetaan Masalah #



    Kebiasaan isenk jeprat-jepret tiap mampir ke kandang dari 2011 via Nokia jadul versi 6600 ternyata baru saya rasakan manfaat nya belakangan hari... tidak hanya bisa nambah bahan sharing buat yang baca blog sakado tentang TIDAK INSTAN nya suatu PROSES PINDAH QUADRANT hidup, namun siapa tahu bisa juga jadi bahan dokumentasi sejarah tentang perubahan suatu desa bernama Babakan Asem... biar bisa menginspirasi desa-desa lainnya yang sama-sama berjuang menuju perubahan yang lebih baik...


    ... Biar Urusan Kandang Banyak Masalah Yang "Super Pabaliut"... 
    ..Yang Penting Harus Tetap Bisa blajar "Move On" Sajalah..


    Geraidinar.com : " .... Penyedot uang orang desa berikutnya adalah bank, ketika orang-orang desa belajar menabung ke bank - sementara bank lebih banyak menerima tabungan ini ketimbang menyalurkan dananya untuk diputar di desa – maka disitulah uang desa disedot ke kota oleh bank-bank ini – untuk selanjutnya ditaruh di SBI dan dipinjamkan kepada para konglomerat dan orang-orang kaya lainnya !.... "
    ........2012....

    Geraidinar.com : "....Lantas bagaimana kita bisa membalik arah aliran uang ini sehingga paling tidak dia berputar secara seimbang, uang orang kota mengalir ke desa – tinggal disana secukupnya, menggerakkan ekonomi desa –  kemudian hasilnya berputar lagi ke kota dan begitu seterusnya ?...... Yang kita butuhkan adalah mesin ekonomi yang bisa bener-bener berputar di desa, yaitu mesin ekonomi yang bisa mengolah resources yang ada di desa. Apa yang ada di desa ? utamanya adalah sawah dan ladang pertanian... "
     
    Dijaman akses ke duniamaya yang makin mudah menjangkau pedesaan, bukan tidak mungkin suatu saat nasib bangsa ini justru akan banyak di kendalikan oleh orang-orang desa... karena ilmu hidup + ilmu lainnya dengan sudah sangat mudah bisa di downldoad via internet oleh para bocah-bocah Ndeso..... tentu saja asal mereka cukup punya dana buat beli pulsa nya !!!!

    ...Design Mimpi Roadmap Table nya sih keren... 
    Tapi dalam prakteknya masih jauh panggang daripada api...


    .... INPUT : KADER TERNAK @SDM....
     
    ...Kader Ternak @Okt 2012, 
    ...Kang Kodeng Namanya...



     
    .....Calon Agent Perubahan Via Pemberdayaan Ternak Yang Sebenarnya...
     ...@KANDANG ZIS..

    ..Ilmu Ngawinkan Bakalan Smoga Smakin Dikuasi Kang Kodeng..
    Smoga Bisa Disharing Dengan Warga Kader Ternak Lainnya..
     ...@KANDANG TSEL...



     ...Kang Kodeng jadi Penghulu Kawin Paksa...
     ... @Kandang TSEL , Juga bukan Kandang Saya Pribadi... 
    #  Pemetaan Masalah  #


    ... @Okt 2014...  ..Smoga Doski Makin Ahli Handle SaKaDo...
    Kurang Modal , bukan Sapi Saya.. Ga Ikutan Cuan Deh
    # Pemetaan Masalah #



    Tony Sapi :...Sangatlah betul jika di kota besar yang “modern” tentunya tidak layak dan pantas lagi untuk beternak, namun jika di daerah pedesaan yang jauh dari kota besar-peternakan juga menghilang, lalu siapa nantinya yang akan menyediakan produk peternakan bagi kita semua, karena di hutan pun sudah hampir musnah hewan2 nya ( di bakarin melulu sih hutannya)...






    Sengaja saya coba flashback atas langkah-langkah yang sudah dilalui di PeternakanSa KaDo karena seringkali banyak orang SILAP MATA... alias TERSILAU-kan atas penampakan di AKHIR-AKHIR perjalanan saja... alias melewatkan setiap tulisan di blog ini yang mengisyaratkan beratnya blajar NgangonPreneurship... karena tidak sedikit pihak yang TRAUMA dan Memendam rasa KECEWA ketika harapan CUAN dari beternak ini tidak kunjung datang juga..... termasuk pelajaran-pelajaran dari musim qurban 2014 yg baru berlalu...masih banyak kekurangan yang harus di benahi...

    ..Domba Titipan , bukan Domba Saya Pribadi... Ga Ikutan Cuan Jg jadinya
    # Pemetaan Masalah #

     Tony Sapi : ....Sedangkan yang datang dari kota, mereka sudah terlebih dahulu tersilaukan dan terbius oleh gemerlapnya informasi yang mereka dapat dari artikel di buku, majalah, koran, “internet”, dan mas-media lainnya. Di akui atau tidak, dalam kenyataannya semua artikel tersebut isinya hanyalah mengenai;  Keberhasilan Usaha Peternakan; “betapa menyenangkannya menjadi peternak” atau “Keuntungan besar akan dapat diraih dengan usaha peternakan. Nyaris tak ada yang mempermasalahkan atau membahas mengenai kegagalan peternakan. Apakah pemberitaan yang serba gemerlap itu salah, sama sekali tidak... 
     
    PUAS vs KECEWA = "HALF FULL HALF EMPTY"

    Tergantung Dari Titik Mana Kita Memandangnya...


    PASTI ADA yang SALAH ... jika sudah sekian lama belajar masih KAGA CUAN-CUAN JUGA... bahkan untuk sampai ke TITIK BALIK MODAL pun belum kena... nah mungkin BAB ANALISIS SITUASI harus mulai kita pelajari, agar musim qurban tahun depan bisa ikut merasakan bahagia nya dapat CUAN walaupun cuma recehan...


      

    Ketika menghadapi masalah, terdapat empat pertanyaan pokok yang selalu muncul: 
    1. Masalah apa yang sedang dihadapi?
    2. Mengapa masalah itu terjadi?
    3. Tindakan apa yang harus diambil?
    4. Bagaimana memastikan rencana terlaksana?


      Hasil PEMETAAN atas MASALAH-MASALAH yang ada di kandang pemberdayaan ternak ini minimal bisa jadi bahan saya melangkah... di TITIK MANAKAH kira-kira saya akan SAGGUP BERTAHAN ... BERAPA LAMA SAYA AKAN SANGGUP BERTAHAN... dsb. dsb.. mau Fokus Pembibitan ataukah Penggemukan ? dsb dsb dsb... Fokus di SAPI kah. ? atau lebih enak banyakin Tebar Indukan Domba buat di tebar ke warga untuk dipelihara secara paroan via konsep UJI_NYALI alias Domba UJE...


      ...FOKUS CETAK SAPI QURBAN PREMIUM ?...
      ...Mari Kita SWOT Dulu ...




      .... PROSES : 
      ..Efisiensi Biaya @Tebar Bakalan UJE secara Paroan..
      ...Solusi Buat Ngirit Biaya Pakan..


      ....Fokus Pembibitan KADO kah.... ?


      Jika MISI Kampoeng Ternak masih TERLALU KETINGGIAN untuk dicapai.. berarti harus dengan penuh keikhlasan SAYA TURUNAN TARGET KPI Pribadi saya dalam belajar NgangonPreneurship ini.. yaitu khususon untuk KEPERLUAN QURBAN PRIBADI saja dulu... berhubung statusnya masih jadi SaKaDo_Thinker... alias masih di atas awang-awang.. belum brani jadi SaKaDo_Doer... mungkin jika tiba-tiba gedung kantor saya kerja beneran disita negara.. dan semua karyawan nya di pendi kan.. disitulah mau ga mau PINDAH QUADRANT yang sebenar nya akan dimulai...




      =====================================================


      Pengantar :
      Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, apa pun bidang tugasnya, manajer selalu menghadapi empat pertanyaan pokok:
      1. Apa yang sedang terjadi di unit kerja saya? BELUM BALIK MODAL !!!..
      2. Mengapa hal itu terjadi? HEWAN MATI, TERTIPU SAAT JUAL, BIAYA TINGGI..
      3. Tindakan apa yang harus diambil? JAUIN MAKSIAT, TILAWAH, SEGERA TOBAT
      4. Apa yang mungkin menghambat rencana/tindakan saya? KAGA INSYAF JUGA..
      Keempat pertanyaan itulah yang menjadi pekerjaan pokok manajer.  Manajer harus memecahkan persoalan, mengambil keputusan dan merencanakan pelaksanaan keputusan.  Dalam melaksanakan pekerjaan pokok tersebut, yang terjadi adalah: Mengolah informasi yang masuk dibenak seorang manajer dan menghasilkan keluaran output berupa sebab suatu persoalan, alternatif terbaik atau rencana pelaksanaan keputusan.

      Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut:
        MASUKAN                            PROSES                                  KELUARAN
                    Informasi       =====>>       Benak Manajer      ====>>      Sebab Persoalan
                                                                                                      Tindakan


       ....OUT PUT Via TebarQurban... 
      ...Solusi Biar Dana Investasi Kembali Dengan Aman..


       
        ....OUT PUT Via Sinergi Penjualan... 
      ...Solusi Biar Ga Di Tipu Jagal Qurban Dadakan ...
       

      Bagaimana Meningkatkan Mutu Keputusan?
      Jika keputusan itu merupakan keluaran (ouput) seorang manajer, dengan melihat urutan terjadinya keputusan itu, maka mutu keputusan dapat diperbaiki dengan:
      1. Memperbaiki mutu masukan (input), Informasi yang diterima manajer haruslah benar, tepat waktu dan relevan
      2. Memperbaiki mutu proses, Informasi yang bermutu saja belum cukup.  Mutu Proses, dalam arti proses berpikir sistematis, juga menentukan mutu keputusan yang dihasilkan
      Apa mutu Proses itu?
      Berpikis sistematis dapat dibedakan dalam 4 proses:
      1. Analisis Situasi (AS)
      2. Analisis Persoalan (AP)
      3. Analisis Keputusan (AK)
      4. Analisis Persoalan Potensial (APP)
      Masalah yang berbeda, seringkali memerlukan proses berpikir sistematis yang berbeda.  Disinilah, kadang-kadang para manajer yang selalu berhadapan dengan segudang permasalahan perlu mengenali keempat sistematika tersebut sebagai pegangan.  Skema “Kerangka Proses Minaut” dapat dilihat pada lampiran.
      .....
      .....ANALISIS SITUASI.....

      Berbahagialah manejer yang selalu menghadapi masalah yang spesifik, “tunggal”.  Bagaimana kalau masalahnya rumit, kompleks? Kita harus mampu memecahkan masalah yang kita hadapi.  Masalah yang sudah jelas berarti telah terselesaikan setengahnya.  
        ===================================================
      .... Masalahnya @PeternakanSaKaDo itu Sangat Super Kompleks, karena pada awalnya dibangun dengan konsep saweran alias banyak isi kepala dan banyak kepentingan..sementara yang menjalankan di lapangan hanya 1 orang....  #...FAKTA...#
        ===================================================
       
      Dalam menganalisis situasi ada tiga tahapan yang harus kita lakukan : (1) memisah-misahkan masalah; (2) menentukan prioritas dan (3) menentukan proses yang cocok untuk menyelesaikannya (Menempatkan).

      I.      Memisah-misahkan
            Langkah pertama yang dilakukan adalah memisah-misahkan masalah yang ada.  Untuk apa? Agar menjadi beberapa masalah tunggal.
      1.    Rumusan masalah kadang-kadang terlalu umum.  Disini kita perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan spesifik (merinci), sehingga masalah-masalah tunggal yang sebenarnya dapat dipisahkan satu sama lain
      2.    Berbagai masalah kadang-kadang ada hubungan satu sama lain dan bisa disusun kerangka sebab-musababnya.  Mata rantai yang demikian akan lebih memudahkan kita untuk menyelesaikannya, yaitu menggunakan teknik Stairstepping.
      3.    Sering juga dihadapi masalah yang sudah lama terjadi dan tak kunjung tuntas, sebut saja masalah “abadi”.  Disini mungkin diperlukan pemisahan menurut bidang atau golongan tertentu

      II.    Prioritas
      Langkah memisah-misahkan menghasilkan sejumlah masalah tunggal.  Pertanyaan berikutnya adalah : “Mana masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu?”  Untuk menjawab pertanyaan ini maka kita perlu menetapkan skala prioritas.  Ada tiga pertimbangan yang bisa digunakan untuk menentukan prioritas:

      1.    Kegawatan (seriousness)
            Besarnya akibat atau kerugian yang dinyatakan dalam besaran kuantitatif.  Berapa rupiah, orang, produk, pelanggan?
      2.    Mendesak (urgency)
            Pertimbangan dari aspek waktu.  Masih dapat ditunda atau harus segera? Semakin pendek tenggang waktunya, semakin mendesak
      3.    Perkembangan
            Yaitu kecenderungan atau perkembangan akibatnya sendiri, semakin meningkat atau menurun
      Kita dapat menilai ketiga pertimbangan di atas Tinggi, Sedang, dan Rendah.  Masalah prioritas adalah masalah yang kegawatannya tinggi, mendesaknya tinggi dan perkembangannya juga tinggi. 

      III.   Menempatkan /Lokalisir Masalah
      Setelah kita memperoleh masalah tunggal yang prioritas, langkah berikutnya adalah menentukan proses yang cocok untuk menyelesaikannya.  Ada tiga kemungkinan sifat masalah:
      1.    Jika masalahnya berupa penyimpangan dari standar, dan memang perlu diketahui sebabnya maka dapat digunakan proses AP
      2.    Jika masalahnya berupa pilihan diantara sejumlah alternatif, maka dapat digunakan proses AK untuk menentukan alternatif terbaik 
      3.    Jika masalahnya berupa menentukan tindakan untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan suatu keputusan, maka dapat digunakan proses AP yang mencoba mengidentifikasi persoalan potensial yang meungkin timbul dan menyiapkan tindakan preventif (pencegahan) dan tindakan protektif (penanggulangan)