Jumat, 18 Juli 2014

Jatuh Bangun Menegakkan Benang Basah dalam Membangun Desa via Blajar WiraUSaha Ternak di SaKaDo_Academy....



Blajar WiraUsaha Ternak itu Ternyata Tidak Semudah Menegakkan Benang Basah,  padahal Menegakkan Benang Basah saja sulit nya bukan main.... Jadi silahkan ditafsirkan sendiri bagaimana jumpalitan dan jatuh bangunnya orang-orang yang terjun di dunia ternak ini.. Bukan Hanya Harta.. tapi Nyawa pula yang jadi taruhannya....

Yupp... Nyawa si ternak yang kita piara itulah yang akan menentukan apakah kita masih punya sumangat atau menyerah di dunia ternak... benar juga kata orang, jika sudah lulus bisnis yang urusannya berbau mahluk hidup... bisnis barang tidak bernyawa harusnya bisa lebih lancar karena mental kita sudah lebih terlatih ujinyali nya..  #Teorinya sih katanya gituh#


Mungkin ada pembaca yg terkesima kalo melihat ternak di video blog ini dianggap milik saya,...atau dianggap miliknya pa Kosim.. Padahal seperti yg pernah saya tulis di versi-versi terdahulu..bahwa spirit belajar berkandang di SaKaDo_Academy ini adalah keroyokan.. alias yg modalin nya juga keroyokan.. jadi semua mahluk hidup yang ada di desa pun statusnya milik keroyokan dgn segala plus minus permasalahnnya..

Apakah saat ini masih relevan sistem keroyokan tersebut? hmm agak susah menjawabnya... tapi yang jelas memang perlu di EVALUASI ulang.. karena makin banyak kepala, tentu makin banyak keinginan.. tapi kalo dilihat dari besarnya resiko yang ada di dunia ternak, mau tidak mau konsep gotong royong tersebut memang harus hadir... seperti konsep idenya LambBank nya geraidinar...

Konsep LambBank tersebut kaya-kaya sih memang menarik juga untuk bisa diterapkan di desa binaan kita ini.. kandang sudah ada.. lahan buat nanam rumput tersedia.. tinggal PR besarnya adalah masalah Operasional alias masalah manajemen perkandangan.. entah terkait faktor SDM para warga desa yg memelihara nya .. maupun daya dukung lainnya terkait modal kerja.. 



Domba Yang Di Parokan ke Warga Desa..
#Outsourcing dalam beternak biar  dompet lebih hemat#


Adapun Kondisi saat ini yang berjalan... konsep beternaknya masih sebatas asal ada ternak.. asal warga yang tadinya nganggur jadi punya kegiatan miara angon-angon... jadi baru sebatas agar warga punya harapan kalo anakan sudah besar bisa dijual... alias masih "primitive" cara beternak nya.... belum di kelola dengan tata cara manajemen perkandangan yang ideal.. yang di support oleh peralatan dan keahlian ternak yang mumpuni..  Maklumlah, ada uang ada barang, alias "Nothing free under the sun" sehingga untuk menghemat biaya operasional kandang, saya lebih memilih cara tradisional alias di parokan dengan warga pemelihara... kalo beranak pinak alhamdulilah.. kalo pada mati yaaa belum rejeki... 

Bukannya tidak mau belajar dengan daya dukung sarana dan prasarana berkandang yg komplit.. cuma ya itu tadi.. UUD alias Ujung Ujungnya butuh Duit..    selama duit saya tidak bisa mensupport tingkat standar berkandang yg tinggi.. terpaksa harus selalu pakai jurus "tiada rotan akar pun jadi"...  yang penting walau semangat tinggal setipis rambut dibelah tujuh, . semangat belajar ternak nya harus tetap ada.. minimal dengan cita-cita biar tiap tahun kalo qurban ga usah keluar duit lagi... #itulah KPI minimal berkandang nya#

Belum lagi kalo melihat pengalaman berkandang sapi, yang biasanya bermasalah saat kita harus menjual di musim qurban.. sehingga para inisiator yg dulu keroyokan membangun kandang tidak ada yg mau ngisi lagi karena pada trauma.. mau ga mau pertolongan orang yg masih mau ngasih modal harus kita syukuri.. karena warga desa jadi ada harapan beternak lagi.. tinggal tugas saya bantuin untuk woro wiri nyari pihak-pihak yang butuh sapi qurban nya saja... karena bukan hanya peternak yang jatuh bangun.. tapi kadang yang jadi panitia qurban juga ikutan jatuh bangun tertipu vendor nya dll...

Di titik moment qurban inilah harapan besar tetap harus dijaga.agar smangat blajar Wirausaha ternak saya jangan sampai mati.. siapa tahu bisa jadi amal ibadah.. karena kita bisa bikin orang tenang milih-milih sapi qurbannya sampai disembelih nanti..


..Stok Sapi Buat Qurban 2014 Bantuan Calon Juragan Kapulaga



Selasa, 24 Juni 2014

Ketika "BERDIKARI" via WiraUSaha Peternakan tidak semudah kata-kata dalam ORASI para CAPRES...



Mumpung lagi panas-panas nya musim kampanye presiden... tema blog kali ini saya coba sambung sambungkan dengan kosa kata musim Debat Capres yang lagi pada rajin mengeluarkan istilah-istilah bertemakan BERDIKARI, ...KEMANDIRIAN, sampai ide EKONOMI KERAKYATAN dan cara membuat bangsa kita rada-rada MAKMUR melalui percepatan pembangunan di pedesaan, khususnya via alokasi anggaran APBN Rp1Miliar untuk tiap desa sesuai amanat UU DESA terbaru..


 ".....Imperialisme bukan saja sistem atau nafsu menaklukkan negeri atau bangsa lain, tapi imperialisme bisa juga hanya nafsu atau sistem mempengaruhi ekonomi negeri dan bangsa lain. Ia tak usah dijalankan dengan pedang atau bedil atau meriam atau kapal perang, tak usah berupa pengluasan daerah negeri dengan kekerasan senjata sebagai diartikan oleh Van Kol, tetapi juga berjalan dengan "putarlidah" atau cara "halus-halusan"........................."



Sudah rada lama juga rasanya saya tidak bisa sidak berkunjung langsung ke desa melihat suasana kandang, sehingga beberapa kurun waktu blog ini minim informasi progress pemberdayaan ternak menyangkut "DOMBA BERDIKARI" dan "DOMBA UJI_NYALI....". Faktor Transportasi menjadi kendala terbesar saat ini untuk menuju ke Desa karena kondisi lalu lintas Bandung-Sumedang-Cimalaka yang macetnya gila-gilaan... sementara kalo nunggu TOL CISUMDAWU kelar masih lama... terpaksalah harus coba alternatif moda transfortasi lain menuju ke TKP ..alias latihan TOURING 2x3jam bulak balik naik motor Bandung-Sumedang-Conggeang, walaupun badan pegalnya hancur-hancuran... 



@Masjid Cimalaka... 1/2 Jalan Menuju Desa Binaan


Setelah beberapa musim berinteraksi dengan warga Desa Babakan Asem via perintisan Wirausaha Peternakan Amatiran di SaKaDo_Academy ini, ternyata kondisi di lapangan tidak semudah membalik telapak tangan, apalagi seindah hasil analisa kelayakan di atas kertas.. BANYAK VARIAN KENDALA di lapangan yang mungkin susah dituangkan dengan kosa kata di buku-buku yang kebanyakan lebih membahas sisi sukses nya beternak...  TIDAK ADA SATUPUN buku yang khusus bercerita tentang aneka kegagalan jadi peternak dari A sampai Z (ya iyalah mana laku nanti..)... Semua buku pasti hanya sepintas membicarakan kegagalan dalam beternak ..yang akibatnya kita baru sadar belakangan bahwa kasus-kasus di lapangan itulah yang dimaksud buku tersebut... #GAGAL FAHAM#






Apang namanya... Putus Sekolah sampai SD
Smoga bisa jadi KADER TERNAK  "DOMBA BERDIKARI"...Amin


KEGAGALAN MEMANG PELAJARAN PALING BERHARGA... cuma kalo sudah beberapa tahun kita merintis belum juga keliatan ada hasilnya, MAKA pertanyaannya adalah SAMPAI HARGA BERAPAKAH kita masih tetap berani membayarnya ?... Kalo di hitung-hitung mah, alokasi dana-dana para ANGEL INVESTOR yang sudah tertanam di desa untuk perintisan pemberdayaan ternak sejak  2011 lalu, kayanya sudah melebihi angka yg di perdebatkan para capres.. namun ternyata kondisi SUKSES belum juga bisa kita rasakan, jangankan untuk CUAN...mencapai level balik modal aja nampaknya makin serasa menjauh....
PERBERDAYAAN itu MEMANG JALAN PANJANG...Tidak Bisa INSTAN Via PENCITRAAN

Artinya, selain faktor DANA.... ada FAKTOR LAIN yang SANGAT FUNDAMENTAL yang akan menentukan proses terjadinya PERUBAHAN dalam KONSPIRASI KEMAKMURAN BERSAMA di desa... masalah MENTAL warga desa yang lebih senang "KERJA SEKARANG dapat DUIT SEKARANG",  sehingga di beberapa tempat lain domba-domba bantuan pemerintah pada langsung di jual.... atau akibat jenis bantuan Ternak yang tidak sesuai dengan potensi kearifan lokal, sehingga tingkat kematiannya tidak bisa dikendalikan... atau masalah masih minimnya pengetahuan dan pengalaman warga dalam berwirausaha ternak dsb dsb ...adalah permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah terbesar.. Plus bukan tidak mungkin kalo dulu yg di sidik KPK hanya pejabat-pejabat nya di kota, pesakitan gara-gara UU Desa itu bakal banyak di isi oleh para perangkat desa...  akibat euforia bagi bagi program bancakan di desa.. 

Jangan sampai dana-dana bantuan ke desa jadi kayak nabur garam ke laut.. tidak ada ngefeknya buat kemajuan desa dan warganya
...ZONA-ZONA-an Biar keren...



Ada 2 Ujicoba yang sudah kita coba mulai rintis sejak saya belajar Pindah Quadrant via berkandang @duniamaya ini, yaitu pemberdayaan ternak (paroan) "DOMBA UJI_NYALI" yang dipusatkan di sekitar area sentral SaKaDo_Academy yang buat gagah-gagahannya kita kasih nama ZONA 1 yaitu lokasi ngangon yang berada di radius 0-1Km dari Sentral SaKaDo_Academy..


ZONA-1... alias di sebelah kandang sentral SaKaDo_Academy


Ujicoba lainnya adalah program "DOMBA BERDIKARI", berlokasi di ZONA-2 sekitar 1-3Km dari Sentral, dimana mayoritas pemelihara nya adalah  warga golongan RTM alias Rumah Tangga Miskin.. bahasa kerennya warga Dhuafa.. yaitu warga yg tidak memiliki lahan garapan, tidak punya keterampilan khusus , anak putus sekolah, janda tua dsb-dsb... Misi Awal program untuk jangka pendek baru sebatas menciptakan perubahan aktivitas dari menggangur menjadi tukang angon, dan jangka Panjangnya tentu saja agar suatu saat hasil paroan dari kelolaan warga tersebut bisa dijadikan ternak bergulir untuk warga yang belum kebagian....



Area Proyek Bagi Hasil Menanam JatiJBS
sekaligus Zona nangon "DOMBA BERDIKARI"
untuk warga kategori RTM alis "Rumah Tangga Miskin"


Dari hasil obral-obrol dengan warga yang memelihara.. cerita-cerita klasik tentang kematian ternak merupakan TUGAS BERAT yang sampai saat ini belum bisa dipecahkan secara tuntas... hampir 15-20ekor hasil anakan "DOMBA BERDIKARI" tewas.... Bisa juga  penyebab kematian tersebut karena bantuan indukan yang diberikan kualitas ternaknya masih alakadarna... bukan ternak hasil silangan yang dijamin mutunya... untuk itulah, fungsi kandang Sentral SaKaDo_Academy ingin berupaya bisa membantu menyediakan pejantan-pejantan yang lebih berkualitas, agar setiap indukan yang di piara warga bisa di kawinkan dengan indukan yg cukup dewasa demi tercipta kualitas ternak yang makin baik di desa...



 Mike Tyson  : ...Semua orang bisa ber-strategi, tetapi ketika pukulan lawan mengenai muka Anda – baru Anda tahu..  apakah strategi Anda bekerja atau tidak

Entah wajar atau tidak terkait masih tingginya level kematian ternak tersebut, karena mungkin saja ilmu handling ternaknya baru pada mulai... namun kematian ternak baik yang indukan maupun anakan tentu saja membuat warga yg terlibat pemberdayaan ternak menjadi sedih.. terbayang jerih payah mereka tiap hari berpanas-panasan menggembala domba, namun ujung2nya berakhir dengan kematian jika bakalannya kurang berkualitas ...plus yang paling penting adalah...belum tentu mereka mendapat GANTI nya atas ternak yang mati...



Kualitas Pejantan.. .Kunci Perbaikan Mutu Ternak di Masa Depan... 
#Begitu Teorinya#


Seperti kisah si nenek janda tua di bawah ini, dari 3 indukan yang diberikan ada yang mati 1 ekor... otomatis tinggal 2ekor lah yang dia piara, jika 2 ekor mati lagi.. yaaa sudah.. HILANG HARAPAN si nenek karena kami belum tentu bisa memberikan gantinya karena hasil Ternak Bergulir akan memerlukan waktu yang lebih panjang lagi... wajar kalo dia minta indukan nya ditambah agar ngangonnya tidak tanggung capenya.. karena nangon 2-3ekor dengan nangon 10-20 effort nya sama.... 



Salah satu warga yang jadi sasaran pemberdayaan paroan bergulir "Domba BERDIKARI"


Dan masih banyak lagi problematika yang menjadi jebakan-jebakan kegagalan saat kita memulai wirausaha peternakan di desa binaan ini.. yang jelas benarlah sudah nasihat di bawah ini yang wajib menjadi bekal kita bahwa BEKERJA dengan IKHLAS harus menjadi PONDASI kegiatan perintisan belajar ternak di SaKaDo_Academy ini...


berMIMPI itu jelas lbh mudah dari BerBICARA, sayang....dan tak semua org yg pandai BICARA pandai pula MENULIS kan ucapannya.. apalagi nulisnya di Blog., tapiiiiii dari sekian banyak Org Yg pinter Nulis/NgeBLog.. hanya sedikit dari mereka yg Bisa MENGERJAKAN apa yang mereka Tuliskan... dan dari sedikit org yg BIsa BeKERJA itu....Hanya segelintir orang yg SANGGUP BEKERJA dgn IKHLAS untuk Mewujudkan Mimpi-mimpi Mereka....itulah mereka ORANG_ORANG PILIHAN Allah...



Kayanya memang akan menarik juga kalo kita bisa investarisasi masalah-masalah real di lapangan yang pernah timbul selama 4x musim qurban... karena info kegagalan beternak adalah informasi yang paling jarang di gembar gemborkan menurut kuliah imajiner nya Tony_Sapi....  mulai dari sisi produksi, sisi pemasaran.. sisi warga yang jadi SDM nya.. sampai masalah mental kita yang jantungnya empot-empotan karena modal kaga "BEP-BEP" juga... 

... Jebakan-Jebakan Masalah WiraUsaha Peternakan..
"..Biaya sekolah ilmu sapi" itu mahal... ada yang harus bayar SPP nya (rugi) sampai Rp 1 Miliar.. alias bangkrut usahanya dengan kerugian Rp 1 Miliar.. bahkan ada juga yang sampai kena SPP Rp 6 Miliar... saking Njelimet nya urusan "MERUBAH RUMPUT MENJADI DAGING' ini (persis seperti kotak-kotak diatas), Bahkan yang sudah 30 thn jadi bandar sapi saja kadang masih mengalami kerugian, apalagi PeternakanSaKaDo yang masih bau kencur ini... saya dan pa kosim pun sudah merasakan kena mahalnya STUPIDCOST yang lumayan gara-gara Ngelmu Sapi di Tahap-1 yang lalu..#


 "...MERUBAH RUMPUT MENJADI DAGING ITU TIDAK MUDAH.."



Yaaah.. mungkin yang paling realistis untuk tahap awal kedepan adalah memperbanyak area pasokan sumber pakan... alias banyak-banyak nanam bibit-bibit rumput yang lebih berkualitas sesuai dengan potensi desa.. biar kalo belum bisa jadi peternak sukses , minimal kita bisa berhasil jadi supplier bibit rumput ODOD ... yang penting UUJD.. "UJUNG_UJUNGnya_JADI_DUIT... "amin amin amin..