Rabu, 28 Maret 2012

Monthly Report "Paket UJI NYALI" @PeternakanSaKaDo... Nimbang Rutin 17 Mar 2012

Penghuni Terakhir PeternakanSaKaDo :

Kandang Sentral 04 = Paket Uji Nyali = 15 Ekor # Kandang Sentral 05 = Group Lintas = 24 Ekor # Kandang Sentral 04 = Paket Instan = 8 ekor # Kandang Sentral Qurban Premium = 4 Ekor # Kandang Sentral 03 = Proyek Pembibitan = 3 Ekor
================================================================

Alhamdulillah,
Sistem Paket "UJI NYALI" Pemberdayaan Ternak Rakyat di Desa Babakan Asem kloter pertama yang "Belum Tentu Dapat Untung" ini, sampai akhir Bulan Maret '12  ini Volunteer yang tergabung sebagai Shohibul Maal berjumlah 10 orang dari berbagai institusi dan area domisili. 
SHOHIBUL MAAL DOMISILI
Bpk Abdul Manaf Bogor
Bpk Bayu Budi Santoso Jakarta
Bpk Danny Palembang
Bpk Drajat Depok
Bpk Fahruddin Azis Jakarta
Bpk Idzuddin Bekasi
Bpk Masrul Sinaga Jakarta
Ibu Dyah Ayu Kamalia Jakarta
Ibu Titik SJakarta
Bpk Aditya Jakarta

Dari Kontribuasi 10 orang inilah, PeternakanSaKado bisa tetap bereksperimen lagi di KANDANG SENTRAL 04, sehingga kegiatan memberdayakan masyarakat desa pun bisa jalan terus (di KANDANG SENTRAL 05 sendiri saat ini sedang  digarap kolaborasi ESR teman-teman karyawan indosat-lintasarta sebanyak 24 ekor). Sistem Paket ini tidak lain untuk mensiasati para pemilik slot sakado lainnya yang sedang pada tiarap dulu (pada nunggu bonus akhir tahun kali yahh buat beli sapinya..... ga taunya yg dikasih cuma BONUS PULSA.. wakakakakak)....

Berhubung masih "ONE MAN SHOW", maka semua informasi perkandangan akan saya informasikan juga melalui blog ini,.. seperti video-video hasil sidak tanggal 17 Maret 2012 yang lalu. ini. (Mohon maaf telat posting, berhubung minggu tgl 23 maret kemarin ada kegiatan Daurah Beternak Manusia dalam paket INVESTASI ANTI GALAU.. )


Dari gabungan dana para Shohibul Maal Paket UJi Nyali ini, Pa Kosim sudah jadikan 15 ekor sapi yang berasal dari Boyolali.. (jzklh buat bpk H.Sabar Santoso yang bersedia ngirim sapi duluan ke hutan.. sementara uang sapi nya delay kemudian, demi efisiensi delivery cost...)  jadi komplit deh ini proyek UJI NYALI nya..)

PAKET 01

NO: PAKET 01/SENTRAL /SAKADO 2012




NO Kode Sapi Tanggal Kirim Bobot




1 ST.5/I/01 29/01/2012 275
2 ST.5/I/02 29/01/2012 335
3 ST.5/I/03 29/01/2012 361
4 ST.5/I/04 29/01/2012 393
5 ST.5/II/05 14/02/2012 361
6 ST.5/II/06 14/02/2012 360
7 ST.5/II/07 14/02/2012 350
8 ST.5/II/08 14/02/2012 315
9 ST.5/II/09 14/02/2012 409
10 ST.5/II/10 14/02/2012 471
11 ST.5/III/11 02/03/2012 372
12 ST.5/III/12 02/03/2012 434
13 ST.5/III/13 02/03/2012 422
14 ST.5/III/14 02/03/2012 363
15 ST.5/III/15 02/03/2012 312

Skenario awal Paket Uji Nyali ini adalah program penggemukan 4 bulanan, namun dalam prakteknya tentu bisa terjadi dinamika yang berbeda.. misalnya jika seminggu setelah sapi di beli ada yg menawar dengan harga yang menarik, tentu akan sangat bodoh jika kami tidak melepasnya.. "HAPPINESS is POSITIF CASH FLOW".. itulah cita cita Paket Uji Nyali ini..


Video Penimbangan Sapi-sapi  Sistem "Paket UJI NYALI"






Perjuangan Mang Anang Nimbang Sapi

















Namun jika ternyata 4 bulan kemudian, setelah di hitung-hitung kurang bagus peruntungannya.. ya jangan memaksakan diri pula.,, tinggal hom pim pah berubah strategi untuk menjadikan paket sapi nya sebagai persiapan proyek TITIPAN QURBAN  .. atau nyasar QURBAN PREMIUM buat level petinggi korporasi dan pejabat negara.. 

Buat anda yg Kepingan Dinar nya banyak... Coba deh sekali-skali berqurban sebanyak 7 Dinar...  Malu dong duit Jutaan bahkan Miliar kalo tiap Qurban cuma 1 kambing doang.. Insya Allah pundi-piudi Dinar anda paska qurban akan makin banyak pula... nah.. nanti kami yang akan menyiapkan sapi-sapi kelas premium nya.. agar nilai 7 Dinar Qurban anda terlihat jelas dari bobot sapi nya..  (provokator mode-on)




Proses Penimbangan selesai... .saat nya Mandi...



Insya Allah, hari sabtu tgl 31 Maret besok.. saya akan ajak pa Drajat-Pertamina Jkt, salah seorang Shohibul maal yang saya kenal dari blog ini dan sebagai sesama peserta Pesantrean WiraUsaha DaarulMuttaqiin @Jonggolfarm nya GeraiDinar... untuk sidak ke hutan.... selain untuk silaturahim dengan pa Kosim en warga yg jadi Crew Kandang, juga sekaligus menjajaki beberapa proyek dunia akherat yang mungkin bisa di lakukan bersama-sama  disana... Fastabiqul Khaerat... amin..

Selasa, 27 Maret 2012

Menentukan Jenis Ternak & Biaya Pakan , Jebakan Rambo Ke-2 dlm Belajar "Mensiasati Politik Ber-Dagang Sapi..."

Sebagai mahluk hidup, sebenarnya semua ciptaan Allah sudah dibekali dengan kemampuan mencari makan.. jadi mustinya kita pun tidak usah repot-repot memikirkan masalah pakan dalam berkandang ini.. sayangnya.. faktor lokasi, keamanan, dan target penjualan kadang menjadi faktor yang memaksa kita terjebak dalam masalah biaya pakan.... dimana kalo dari itungan analisa ekonomi, masalah pakan ini katanya menjadi unsur biaya produksi juga, .. jadi otomatis tidak bisa disepelekan besar kecilnya.. begitu pula dengan jenis ternak yg akan kita pilih....


STUDI KASUS KANDANG CILEUNYI - 
Salah Pilih Jenis Ternak:
 

Ini adalah kasus Jebakan Rambo yang mungkin bisa anda alami juga sebagai orang yang baru mengenal dunia kandang.. kasus nya begini.. : Dengan semangat membara untuk merubah quadran hidup .. saya nekad membuat kandang di suatu lokasi yang seadanya.. #asal ada lahan kosong buat kandang .. #asal ada orang yang berminat buat paroan.. dan #asal yg punya lahan ngijinin... maka IDE BESAR perubahan quadran hidup ini harus MAJU TERUS MEMBABI BUTA...

Analisa kelayakan proyek kandang pun alakadar-nya, hanya berbekal informasi bahwa Orang yang jagain tanah mertua itu pernah punya kandang domba, jadi kalo saya "tawarin setengah maksa" mereka akan menyambut usulan paroan ternak saya.. singkat cerita,   mereka menyodorkan salah satu anaknya buat jadi pemelihara kelak... tanpa melakukan serangkaian fit & profer test (karena saya juga ga ngerti berkandang... ngapain pake test segala).. saya langsung jor-joran bikin kandang dan infrastruktur: pasang PLN, bikin sumur bor jetpump dll.. uang senilai 15 Dinar saya habiskan untuk Proyek dadakan ini melalui strategi TRILOGI INVESTASI, yaitu "NGUTANG SANA SINI - BELI EMAS DAN DIGADAIKAN-HASIL GADAI EMAS BIKIN KANDANG"...

Sampai tibalah saatnya mendatangkan kelompok domba-domba ke kandang Cileunyi.. mula-mula via googling kemana harus beli bakalan, jatuhlah pilihan nyari indukan bunting ke VILLA DOMBA di daerah CANGKUANG, SOREANG. 3 Domba betina bunting seharga Rp1,25jt/ekor dijadikan modal awal pengisian kandang... alhamdulillah, dari 3 ekor domba betina tersebut masing-masing beranak 3+2+2 alias 7 ekor..namun beberapa mati karena kurang nyusu dari induknya plus kurang doping fulus dari yg punya ide paroan tersebut buat sang pemelihara.... anakan yang hidup tinggal 2+1+1.. Alhamdulillah.. saat  ini menjelang 1 tahun berkandang, domba nya GA MATI SEMUA.... 

Kloter ke-2, Pengadaan 4 ekor Kambing didatangkan dari Babakan Asem, Sumedang dgn bantuan pa Kosim Ahmadi S.P. sebanyak 2 kambing betina, 1 kambing jantan dan 1  kambing anakan menjadi cikal bakal  saya mulai mengenal perbedaan bau domba dan bau kambing.  Kelompok ke-3 adalah 4 ekor Domba Kacang kiriman pa Kosim juga.. Jadi total dana Rp 7,65jt saya dapatkan 11 ekor (4 kambing, 4 domba kacang dan 3 domba garut betina)

Nah Masalah muncul, setelah pihak pemelihara keberatan jika yang datang domba kacang, dengan alasan diberi rumput banyak pun ga akan bisa gede...belakangan baru saya ketahui bahwa ternyata masing-masing jenis hewan ruminansia itu ada ciri khas dan karakternya masing-masing, khususnya kemampuan pertumbuhan harian dan adaptasi lingkungannya..   walhasil setelah adanya masukan tersebut,. STUPID COST mulai menjebak saya karena harus keluar dana lagi sebesar Rp 700rb untuk TUKAR GULING dengan DOMBA GARUT dari H.Syarif sang bandar Domba di daerah Galumpit Cileunyi sesuai saran sang pemelihara di cileunyi tsb.. Mau Gimana lagi.. nasi sudah jadi bubur, harus tetap  bisa jadi bubur special jadinya ni proyek.. 

 Dengan Kambing-Domba yang jumlahnya  sama 11 ekor, saya harus keluar uang Ekstra Rp 700rb karena salah merencanakan ternak..


Salah Pilih Mekanisme Biaya Pakan:
Berdasarkan referensi buku ternak, di katakan bahwa pertumbuhan dan kemampuan produktivitas ternak dipengaruhi oleh faktor genetik 30% dan lingkungan 70% (pakan, teknik pemeliharaan, kesehatan dan iklim). aspek lingkungan  sendiri ternyata 60% dipengaruhi oleh pakan.. walhasil, banyak peternak yang merugi akibat salah perhitungan dalam masalah biaya pakan ini..

Dalam urusan pakan ini, kembali studi kasus kandang cileunyi patut disimak.. dengan tujuan awal yang mulia untuk memberikan modal  ternak kepada pemelihara tanah mertua melalui konsep paroan ternak, ternyata niat mulia plus dana yang habis 15 dinar pun tetap tidak akan nyambung dengan frekuensi mereka yang memang lebih mengharapkan "cash saat ini"., bukan "future cash" yang datang dari prospek masa depan dari bisnis ternak yg kita jadikan modal paroan... artinya bagi mereka : Kemarin adalah Masa Lalu, yang pasti adalah HARI INI... ESOK dan Masa depan hanyalah KETIDAKPASTIAN.. 

Jadi untuk 11 ekor ternak di cileunyi tersebut, yang tadinya settingan awal saya cukup keluar modal Rp7-8jt untuk bakalan, ternyata yang miara MENOLAK KONSEP PAROAN karena kebutuhan pakan untuk 11 ekor hewan ruminansia tersebut bisa menghabiskan 2-3 karung rumput sehingga membuat yg suka nyari rumputnya kewalahan dan kecapean akibat fisiknya sering kurang fit (karena dulu pernah kecelakaan ternyata..hiks, en saya ga ngetest riwayat medikalnya dulu nih..) Ujung-ujungnya adalah mereka usul ada semacam biaya upah ngarit harian sebesar Rp10rb/karung.. tinggal hitung saja, jika sehari 3 karung.. berarti sebulan adalah 3x Rp10rbx30 hari.... Whaaatsssssss??? sekitar Rp 1 juta sebulan buat upah ngarit dalam suatu konsep pemberdayaan via bagi hasil ternak yang saya cita citakan ??? 

Dengan terpaksa saya nyatakan KANDANG CILEUNYI harus di END of STORY... alias relokasi total ke Babakan Asem.... Mirip kaya minum Jamu Godong Tela.. pengalaman yg  PAHIT tapi Menyehatkan..


Sudah habis dana untuk infrastruktur dan pembelian bakalan yang lumayan... akhirnya malah Relokasi .....

Inilah jebakan-jebakan dalam berkandang.. ternyata tidak semua orang faham tujuan dimodalin  buat bagi hasil ternak.... Hiks... (jangan-jangan ini jebakan rambo juga dalam aspek kita milih SDM  ternak ya..??)

 

Cerita di atas terkait dengan kambing-domba, bagaimana halnya dgn persapian?? kayanya sih sama juga.. salah milih sapi lokal walaupun dikasih konsentrat semahal apapun akan mentok ga gendut-gendut karena AVG nya rendah.. begitu pula dengan pemenuhan kebutuhan pakan hijauan, antara nyari rumput pake truk yg ngabisin solar dengan tinggal ngarit dari LAHAN RUMPUT GAJAH SENDIRI tentunya akan berbeda costing nya.. itulah sebabnya mengapa PeternakanSaKaDo perlu diarahkan menjadi proyek keroyokan.. agar masing-masing pemilik sapinya juga menyiapkan lahan hijauan yang saat ini masih banyak "ditelantarkan" warga...  

Caranya?? beli kavling warga yg ditelantarkan, tanamin POHON JABON dll, disela-sela kebun jabon ditanamin rumput gajah, tanam jagung, tanam singkong, tanam juga pohon ALFAAFA .. maka sulaplah eks hutan jati rakyat itu ranch TERNAK ORGANIK . Swasembada sapi dgn biaya yang  lebih ekonomis pun bisa tercapai...siapa tau strategi ini bisa menjawab pertanyaan tajuk bisnis indonesia di atas.. !!!  Aminnnn