Minggu, 30 Oktober 2011

Hasil Hari Pertama buka Lapak di Taman Tekno BSD....

Alhamdulillah... Perjalanan panjang penghuni PeternakanSaKaDo dari tengah hutan Babakan Asem ke ibukota tiba dengan selamat... meskipun rombongan kandang PeternakanSaKaDo beberapa kali harus berhenti untuk cek posisi para sapi, takut ada yg tertidur dan terinjak-injak oleh rekan-rekan sesama sapi...



Lega bercampur was-was memikirkan perjuangan crew kandang seminggu kedepan harus tidur di udara terbuka 7x24 jam demi menjaga amanah para investor paroan. Belum lagi dengan cuaca ibukota yang belakangan sering diguyur hujan deras... disinilah konsep kemitraan diuji.. kehadiran kita dilapak minimal bisa menghibur keterasingan mereka di tengah hiruk pikuk lalu lalang kendaraan yang ada... PEDULI, adalah kata kuncinya..

Dan benar saja kekhawatiran hujan deras terjadi..... hampir sepanjang perjalanan Pondok Gede menuju lapak yang berlokasi di Samping Taman Makam Pahlawan Seribu Serpong/Depan Taman Tekno BSD hujan mengguyur sangat deras, entah bagaimana kondisi pasukan pa Kosim di lapak..... mudah-mudahan ga ada yg masuk angin...

Progress jualan di hari pertama buka lapak ternyata cukup membawa rasa optimis, meski Crew Lapak diguyur hujan deras di Ahad siang hari, namun dengan 90% pajangan terjual  menjadi penambah semangat tersendiri buat warga Desa Babakan Asem yang bertugas menjaga lapak.

Dengan komposisi bobot stok ternak di lapak yang variatif dari mulai 250-700kg, nampaknya membuat pengunjung lapak cukup puas karena mempunyai perbandingan fisik calon sapi qurban dan pilihan harga yang sesuai dengan anggaran.

Selain itu, dokumentasi hasil timbang sebelum pengiriman cukup membantu calon komsumen untuk menentukan pilihan akhir..mengurangi resiko "dikadalin" atas bobot timbang jogrok alias taksiran. Mudah-mudahan sisa 6 hari ke depan semua stok kandang bisa di cuci gudang untuk di pajang di lapak ... tinggal memikirkan manajemen transportsi pengiriman saja nanti. khawatir jakarta macet dan banjir.. pengiriman ke pemesan Sapi Qurban jadi molor jadi jadwal...

Silahkan buat pembaca yg membutuhkan Sapi Qurban.,. bantulah Program Pemberdayaan Ternak Rakyat Warga Desa Babakan Asem Kab Sumedang ini dengan memborong seluruh isi lapak, Insya Allah Kisah Sukses Jualan di Ibukota akan membawa kenangan tersendiri bagi warga Desa Crew Kandang SaKado untuk tidak ikut serta pindah ke kota.. karena di Desa tengah hutan pun mereka bisa mencari nafkah yg potensial...

Sabtu, 29 Oktober 2011

Perjuangan Warga Mengirim Sapi Ke Ibu Kota...

 Rencana target Lapak Qurban PeternakanSaKaDo hari sabtu H-10 ini sudah terisi nampaknya harus tertunda.... Allah punya rencana lain..

Ternyata akses jalan desa satu-satunya saat ini harus di perbaiki karena musim hujan mulai datang,sehingga tidak ada satupun kendaraan roda 4 yang bisa mencapai desa..

Dampaknya Truk Delivey sapi pun tidak bisa mencapai kandang. Kalo sudah begini, bersyukur banget tinggal di jakarta, saking banyak tikus tinggal di ibukota.. jalan tikus nya pun kita tinggal pilih sesuka hati




Terpaksa deh mengerahkan banyak warga untuk menuntun sapi menuju ujung perbatasan desa ..lumayan jauh tuh.. 1km mungkin ada... BENAR-BENAR PROYEK PEMBEDAYAAN RAKYAT judulnya..
.




Sapi sedang menuntun warga... eh.. kebalik ya harusnya.. Mudah-mudahan saja sapi nya pada seneng bertamasya setelah sekian lama hanya mondok di kandang.





Ngebujuk yg berbobot 400Kg... didorong pun ga kuat..








Simental 700kg pun harus longmarch.. mudah-mudah ga jadi kurus gara gara jalan jauh..