Jumat, 12 September 2014

1 DINAR = 1 KAMBING = ..... Kg? vs How LOW Can You Go @QURBAN...



وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ ءَادَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa” (QS Al-Maaidah 27).


Smakin di pikir dan di OtakAtik, ternyata semakin terlihat memang tidak mudah mengurai aspek-aspek permasalahan untuk bisa mempersembahkan "Qurban Terbaik" yang harganya ga naik dari tahun ke tahun, lumayan complicated karena aspek permasalahan DANA, HARGA dan SPARE WAKTU di musim qurban yang sangat sempit seringkali MENJEBAK kita sehingga gagal mempersembahkan ibadah qurban yang terbaik yang sesuai dengan semua Checklist Fiqh Qurbannya.

Harga Bakalan Sapi Qurban Nya sih Murah.... 
Cuma Biaya Operasional Lapak nya yg bikin jadi subjek PERTAMBAHAN NILAI

Bukan rahasia lagi jika siklus tahunan yang dadakan ini, baik dari sisi kita yang jadi donatur yang mau Qurban, maupun dari sisi para Panitia akan terjebak dalam benang kusut tahunan yang menyebabkan "Puncak Transaksi" musim qurban numpuk di hari-hari terakhir alias hantam kromo sekedar menggugurkan ritual kewajiban...

Wajar juga jika sudah mulai kepepet waktu dan stok hewan qurban sudah banyak dipesan orang, terpaksa kita asal memilih Hewan yang akan dipersembahan untuk prosesi ibadah qurban tsb... Padahal sungguh jelas jika kita TANPA PERENCANAAN bisa-bisa Qurban yang kita berikan jadi tidak maksimal seperti kasus Qurban HABIL-QOBIL. Contohnya adalah kasus teman kantor yang Kambing Qurban-nya Mati KEJEPIT pagar masjid. Ini aspek SIAL dalam ber-Qurban.. atau.. kasus Sapi Kabur yang di-Door pa Polisi... ini juga kasus SIAL dalam PERENCANAAN ber-Qurban.. Niat ber-qurban Insya Allah pasti dapat.. tapi pahala menyembelih dengan menyebut Asma Allah saat prosesi pemotongan tidak kita dapatkan.. walhasil Checklist Pahala dalam ibadah Qurban Kita jadi kurang komplit... Disinilah pentingnya Strategi Dalam Perencanaan Ibadah Qurban agar tidak SIAL..


Padahal Qurban sebagai Ibadah,  "Aspek Ritual yang hanya Sekedar Menggugurkan Kewajiban" itu harus ada improvement dari tahun ke tahun...  Jika tahun kemarin panitia kewalahan dengan antrean.. masa tahun ini anteran daging qurban  nya tambah ricuh di lokasi yang sama? Begitu pula dengan kuantitas dan kualitas hewan yang kita qurbankan, idealnya ada improvement dari tahun ke tahun.. HARGA BOLEH NAIK, TAPI KITA PUN DAPAT KUALITAS HEWAN QURBAN YANG BAIK PULA... Jangan sampai nomimal Qurban nya naik, tapi LEBIH BANYAK diakibatkan panjangnya RANTAI DISTRIBUSI.. alias MARKETING COST nya yang lebih banyak di SUBSIDI...
Ilustasi tahun 2011, thn 2013 ini Harga Dinar nya masih sama Rp2,2Jt, 
tapi Bobot Sapi Qurban 500Kg di level harga Rp25jt... 

Tapi ini bukan hal mudah pula untuk di perbaharui, karena memang faktor dilapangan dalam menyediakan dan mendistribusikan hewan qurban itu bukan persoalan gampang.... namun bukan pula itu hal yang tidak mungkin.. jika buat DANGDUTAN saja ada Event Organizer yang profesional, MASA dalam Ibadah Qurban EO nya Amatiran Terus???   harus ada Improvement pula peningkatan FIQH QURBAN melalui kegiatan-kegiatan Daurah Qurban agar pelaksanaan ibadah Qurban kita semakin sempurna...

..Pemirsa..... Adakah yg Mau TebarQurban 2013 di Desa pakai Kambing Ini...??

Qurban Tahun 2011 lalu ketika iseng survey lapak di daerah Cipinang Baru, Harga Kambing Etawa di sebelah kata di abang penjual adalah Rp 4,5juta... Entah etawa yg di bawah ini yang di pajang di depan komplek Bea Cukai di Pondok Bambu.. kayanya sih ga jauh beda dengan dikisaran Rp4-5juta juga... Mengapa harganya semahal itu?? nah dari diagram TULANG IKAN di atas mungkin bisa dirunut satu persatu mengapa tiap tahun kita ga pernah bisa menambah sembelihan dalam berqurban .... ada faktor RANTAI DISTRIBUSI mulai dari Peternak-Makelar-Penjual Lapak-Panitia Qurban, atau pun aspek inflasi yang membuat harga hewan qurban yang makin lama memang makin naik..

Saya sendiri mentok cuma bisa beliin 2-3 ekor kambing tiap musim qurban.. 1 Ekor Kambing buat disembelih sendiri, 1 porsi buat saweran sapi, dan 1 seat buat ibu.. jadi dengan status K+5, tiap prosesi Qurban harus GILIRAN!!!.. alias HOM PIM PAH dulu atas nama siapa sembelihan Qurban akan disodorkan ke panitia Qurban nya...itupun kalo kantor tempat kerja berbaik hati ngasih uang kagetan... lah kalo uang kagetannya tidak ada lagi gimana??? bisa-bisa cuma motong 1 ekor kambing pun bakal kerepotan... SALAH MERENCANAKAN = MERENCANAKAN SALAH..


.... Cuma +/- 1,5 Dinar Doang Warga Mintanya ..
Sayang Gagal jadi Tebar Qurban 2013

Begitulah kalau kita memang lemah dalam PERENCANAAN QURBAN sehingga dana-dana kita masih banyak tersedot kepada pemenuhan GAYA HIDUP semata,.. kalah dengan kisah Qurban Bu Sumi yg fenomenal banget... 


Inilah yang jadi PR besar SaKaDo_Academy di PeternakanSaKaDo.. Bagaimana agar bisa menselaraskan misi ibadah QURBAN TERBAIK dengan misi PEMBERDAYAAN WARGA via kemitraan ternak, dengan mem-FOKUSKAN DIRI di masa depan sebagai Supplier Hewan Qurban Terbaik... sehingga motivasi kita dalam berkandang pun diniatkan dalam koridor Ibadah juga... Syukur-syukur hewan calon qurban yang diternak di Desa Babakan Asem nanti juga memang sudah siap full submision menyerahkan dirinya untuk disembelih semata mata dalam rangka Ibadah kepada allah kaya di video ini.. Karena VISI bermimpinya adalah MEMPERSIAPKAN TERNAK UNTUK IBADAH QURBAN YANG TERBAIK!! alias bukan ternak yg dipiara sembarangan...





Agar tahun demi tahun kita dapat meraih IMPROVEMENT dalam BERIBADAH QURBAN, atau bahasa kerennya inilah strategi PeternakanSaKaDo dalam Differensiasi Produk Dalam Proyek Berkandang Dunia-Akherat.. daripada pusink pusink mikirin effect importasi sapi..
 

Jika Anda biasa terlibat dalam kepanitian Qurban di tempat Kerja ataupun di Limgkungan tempat tinggal.. bolehkan mulai dari sekarang kita berSINERGI agar misi saya dan pa Kosim  dalam  dalam menjalankan RODA PEMBERDAYAAN TERNAK via PeternakanSaKaDo di Desa Babakan Asem bisa tetap berjalan tiada henti... seperti pa Ustadz Yusuf kenalan baru via FB dari sebuah Yayasan Islam di Bandung ini.. yang alhamdulillah bisa Pa Kosim Ahmadi pandu langsung untuk survey ke pasar ternak buat pemenuhan kebutuhan qurban nya tahun 2013 ini ..  dan tentunya buat tahun depan pasukan untuk Membangun Kekuatan Ekonomi Desa via pemberdayaan ternak akan tambah ramai dengan kehadiran beliau..

.... Musim Qurban Tahun ke-3... masih tertatih-tatih ....


 9 Okt 2013..  Mau Ikut Jalan-jalan Ke Jatiwaringin PondokGede,
Siapa tahu dilirik Ibu Demiz..



... Setinggi Crew Kandang...


.....SaKaDo_Tans.... Biar Jadul tapi Ex Singapure katanya...
Asal Ga Mogok aja sih... hehehe


Alhamdulillah..
Thn Ini Delivery 100% Di handle Crew Kandang Semua


==== Repost Edisi Oktober 2013 =====

Rabu, 03 September 2014

Belajar Nge-SWOT Diri agar bisa Ber Qurban dengan 7 Dinar....



Edisi blog kali ini kayanya lebih pas jika saya angkat kisah Bu Sumi yang mengajarkan kita tentang "PERENCANAAN QURBAN"....  Insya Allah Di Edisi berikutnya akan saya bahas satu per satu Slide yang jadi pemanis tulisan Copy Paste..ini..agar Strategi PeternakanSaKaDo dalam Membantu Kesempurnaan Ibadah dengan Qurban Terbaik sebagai TrendSetter Kaum Muslim MiddleClass bisa terwujud.. 


==========================================================
KISAH PEQURBAN BU SUMI...
Oleh: Jaya Saputra

Kisah ini terjadi sekitar tahun 1995, sudah cukup lama memang, namun setiap ingin memasuki Idul Adha saya selalu teringat dengan kejadian yang pernah saya alami ini, dan sampai saat ini saya tidak pernah melupakannya. Awalnya saat saya sedang menjajakan dagangan untuk qurban bersama rekan-rekan yang berjumlah empat orang waktu itu, kami mengeluh karena sudah 3 hari berdagang baru 6 ekor yang terjual.

Tidak seperti tahun sebelumnya, biasanya sudah puluhan ekor laku terjual. Padahal hari raya  tinggal 2 hari lagi, sehingga kamipun gelisah waktu itu. Ketika sedang berbincang-bincang, salah seorang teman mengajak saya untuk sholat ashar dahulu di masjid dekat  kami jualan. Setelah selesai sholat, seperti biasa saya melakukan zikir dan doa. Untuk saat itu doa saya fokuskan untuk dagangan saya, agar Allah memberikan kemudahan agar dagangan saya dapat laku ataupun habis terjual. Setelah selesai sholat saya dan rekan kembali bergegas ke tempat kami jualan. Selanjutnya tampak ada tanda-tanda jualan kami laku sebab dari kejauhan kami melihat ditempat kami berjualan banyak sekali orang dan terlihat teman kami yang berada disana sibuk melayani calon pembeli. Akhirnya saya dan rekan berlari agar dapat membantu teman kami melayani calon pembeli. Alhamdulillah pada saat itu sudah ada yang membeli beberapa ekor kambing. “Terima kasih Ya Robb, Engkau telah mendengar dan menjawab doa kami,"Syukur saya dalam hati. 

Namun setelah semuanya terlayani dan keadaan kembali normal, saya melihat ada seorang ibu-ibu sedang memperhatikan dagangan kami, seingat saya ibu ini sudah lama berada disitu. Pada saat kami sedang sibuk, ibu ini sudah ada namun hanya memperhatikan kami bertransaksi. Saya tegur teman saya “Ibu itu mau beli ya?" Dari tadi liatin dagangan terus, emang gak ditawarin kah ? Sepertinya cuma lihat-lihat saja, mungkin lagi nunggu bus kali. Jawaban teman saya itu begitu singkatnya. Sebab kalau dilihat dari pakaiannya sepertinya ibu ini gak akan beli kambing karena ibu tersebut berpakaian lusuh sambil menenteng payung lipat ditangan kanannya. JIka dilihat dari penampilannya tidak mungkin ibu itu ingin berqurban. 


Namun saya coba hampiri ibu tersebut dan saya coba menawarkan. “Silahkan bu dipilih hewannya, ada niat untuk qurban ya bu?" Tanpa menjawab pertanyaan saya, ibu itu langsung menunjuk, “Kalau yang itu berapa bang?” Ibu itu menunjuk hewan yang paling murah dari hewan yang lainnya. Kalau yang itu harganya Rp 600 ribu bu, jawab saya. Harga pasnya berapa bang? Gak usah tawar lagi ya bu? Rp 500 ribu deh kalau ibu mau. Fikir saya memang dari harga segitu keuntungan saya kecil, tapi biarlah khusus untuk ibu ini. “Uang saya cuma ada 450 ribu, boleh gak?” Waduh saya bingung, karena itu harga modal kami, akhirnya saya berembug dengan teman yang lain. “Biarlah mungkin ini jalan pembuka untuk dagangan kita, lagi pula kalau dilihat dari penampilannya sepertinya bukan orang mampu, kasihan hitung-hitung kita membantu niat ibu itu untuk berqurban." Kamipun berempat sepakat. “Tapi bawa sendiri ya?” Akhirnya si ibu tadi bersedia, tapi dia minta diantar oleh saya dan ongkos bajaj-nya dia yang bayar sesampai dirumahnya. Setelah saya dikasih tahu alamat rumah ibu itu, ia langsung pulang dengan jalan kaki. Saya pun berangkat.


Ketika sampai di rumah ibu tersebut. Subhanallah, Astaghfirullaah, Allahu Akbar, merinding saya, terasa mengigil seluruh badan saya ketika melihat keadaan rumahnya. Ibu itu hanya tinggal bertiga dengan orang tuanya (ibunya) dan satu orang anaknya di rumah gubuk dengan berlantai tanah dan jendela dari kawat. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, yang ada hanya dipan kayu beralas tikar lusuh. Di atas dipan sedang tertidur seorang perempuan tua kurus yang sepertinya dalam kondisi sakit.
“Mak bangun mak, nih liat Sumi bawa apa?” (Ibu itu ternyata bernama ibu Sumi), perempuan tua itu terbangun dan berjalan keluar. “Ini ibu saya bang,” ibu itu mengenalkan orang tuanya kepada saya. Mak, Sumi udah beliin kambing buat emak untuk qurban, ntar kita bawa ke Masjid ya mak. Orang tua itu kaget namun dari wajahnya terlihat senang dan bahagia, sambil mengelus-elus kambing, orang tua itu berucap, Allahu Akbar, Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga emak qurban.


“Nih bang duitnya, maaf ya kalau saya nawarnya telalu murah, saya hanya kuli cuci, saya sengaja kumpulkan uang untuk beli kambing yang mau saya niatkan buat qurban ibu saya. Aduh gusti ampuni dosa hambamu, hamba malu berhadapan dengan hambamu yang satu ini. Hambamu yang miskin harta ini tapi dia kaya iman. Seperti bergetar bumi ini setelah mendengan niat dari ibu ini. Rasanya saya sudah tidak sanggup lagi berlama-lama berada disitu. Saya langsung pamit meninggalkan kebahagiaan penuh keimanan mereka bertiga. “Bang nih ongkos bajajnya!" panggil si Ibu, “Sudah bu cukup, biar ongkos bajaj saya yang bayar. Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah, karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah SWT yang sudah mempertemukan saya dengan hambanya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya.
================================================