Sabtu, 24 November 2012

Smart Pisan Idenya... setelah TEBAR QURBAN.. muncul TEBAR AQIQAH......

Orang Indonesia itu emang Kreatif abis... setelah kmarin-kmarin mulai marak TEBAR QURBAN ke pelosok-pelosok terpencil di Indonesia.. di jalur "FB komunitas peternak" yang saya ikuti muncul ide menarik mengenai TEBAR AQIQAH.... hmmm jujur ajah... keren idenya.. soalnya salah satu permasalahan dalam konsep pemberdayaan masyarakat via ternak itu adalah PETERNAK RAKYAT nya tetep PADA MISKIN .. yang makmurnya cuma pedagang dan bandar.. artinya dari mata rantai jalur distribusi ternak ke Kota.. margin-margin antara harga beli dari peternak rakyat ke penjual di kota.. porsinya tidak proporsional.. alias SANGAT SEDIKIT yang jatuh ke rakyat jelata yang menggantungkan hidupnya jadi peternak..

"... Menarik sekaligus mengkhawatirkan. Menariknya karena kepedulian makin libatkan kalangan menengah atas. Menarik karena kepedulian tak lagi identik dengan sosial atau charity yang sesaat dan komsumtif. Menarik namun juga sekaligus mengkhawatirkan. Bila Latah, usianya pasti seumur jagung.... Erie Sudewo, Pendiri Dompet Dhuafa--Pemenang Social Entreprenuer Award 2009 dari EY"


nah, bagi anda-anda yang jadi motor pemberdayaan ternak di desa atau di pelosok yang jauh dari ibukota.. konsep TEBAR AQIQAH ini merupakan "Cracking Zone" yang cemerlang.. DISTRIBUSI UANG DARI KOTA akan utuh mengalir ke Desa... asalkan.. tatacara manajemen nya bisa se-profesional orang-orang di kota.. alias punya jaringan yang kuat.. baik jaringan distribusi tebar aqiqah tersebut.. maupun jaringan channel fund rising nya.. dan customer satisfaction nya harus di perhatikan juga.. biar pada nge-"like" terus..
 


Saya sendiri belum tahu berapa potensi dari "Ceruk Pasar" Tebar Qurban  ini... namun dengan jumlah umat islam yang paling besar sa-dunia.. mustinya sih "Potensial Pisan" untuk di garap, agar bisa membantu saudara-saudara kita yang baru punya jabang bayi melaksanakan salah satu sunnah nya... jangan sampai nasibnya kaya generasi angkatan saya...  pas nanya ke ortu apakah dulu sudah di "AQIQAH-in" atau tidak  mereka jawab.. "Tidak kebeli Kambingnya...  " ...


Ini Cuma Adegan Rekayasa ....
Kalau Jadi Pasukan Tebar Aqiqah Paket "Private Jagalin  Kambing Sendiri" 
Biar Para "Ayah baru" Bisa Motong Kambing Pake Tangan Sendiri...

Aspek Peluang yg kedua adalah.. saya yakin sangat jarang juga para "bapaknya jabang bayi" yang ber-aqiqah pada motong sendiri.. Why..?? barangkali akibat pada bingung karena "kurang gaul dengan dunia perjagalan" atau akibat para istri kurang ngasih persyaratan saat dulu dilamar, mustinya mereka punya prinsip.."pria macho itu adalah pria yang bisa motong kambing... ". Akibatnya para bapak jabang bayi baru itu rata rata cuma kirim duit biar tau beres proses aqiqahan-nya.. padahal sih idealnya HARUS BISA motong sendiri biar bisa crita ke anak kelak.. biar ntar kalo anaknya sudah gede ga kejadian kaya percakapan ini.. "pak.. bapak pernah motong kambing ga waktu aqiqahan atau qurban?." .. trus kita bilang "ga brani nak!! ga tega.. ." ntar jgn sakit hati kalo anak kita nyeletuk.. "aaah.. bapak mah cemen...!!" hehehe... 

Jadi.. andaikata walau saya tinggal di apartemen, yang skarang mulai marak di ibukota.. kaya-kaya nya wajib juga ada "Showroom Jagal khusus aqiqah kelas Premium... " yg lokasinya dekat dgn apartemen tsb... yang bisa menyasar bapak-bapak para jabang bayi penghuni apartemen tsb .... Tinggal bikin design area jagalnya nya kaya WC Umum Mobile biar ga bau kaya jagal tradisional.. dan lapak jagalnya musti kaya Loundry Kiloan yang full AC.... trus ntar kita sedian juga, video shooting biar ga kalah kaya sang ibunya kalo pada di Cessar saat brojolin sang jabang bayi.. biar anaknya bangga sang bapak bisa motong kambing saat mereka lahir.... jadi kebanggaan sebagai muslim sudah dimulai sejak proses sang bayi lahir.....  

Ide Showroom Jagal Premium nya bisa lebih radikal lagi kalo bisa kerjasama dengan rumah sakit bersalin... biar paket persalinan itu bisa di bundling Include fasilitas motong kambing aqiqah..... asyik kan ?? apalagi kalo biaya persalinannya di ganti full sama kantor atau dibayarin negara via APBD/APBN hahahaha ... Ueennnaaaak Tenan deh   .#ini sih mimpi.com lagi... #


Itulah sebabnya.. hidup berjamaah alias punya komunitas alias punya jaringan bisnis merupakan syarat mutlak agar TEBAR QURBAN ini bisa jalan ... Bayangkan kalo kita ketiban dapat order TEBAR QURBAN yang banyak.. tapi stok kambingnya habis.. sementara pelaksaan pemotongan Aqiqah sangat ketat dengan dimensi waktu ...  Jadi konsep "OutSorce" dalam TEBAR QURBAN pun bisa diaplikasikan.. dan kuncinya.. tentu kita musti punya banyak stok kambing/domba di kandang..

yaaa ini mah sekedar mimpi  ..Mimpi... Mimpi dan Mimpi. ..karena hidup tidak akan indah kalo tidak kita awali dari mimpi...
"..... berMIMPI itu jelas lbh mudah dari BerBICARA, sayang....tak semua org yg pandai BICARA pandai pula MENULIS kan ucapannya.. , tapiiiiii dari sekian banyak Org Yg pinter Nulis. hanya sedikit dari mereka yg Bisa MENGERJAKAN apa yang mereka Tuliskan... dan dari sedikit org yg BIsa BeKERJA itu....Hanya segelintir orang yg SANGGUP BEKERJA dgn IKHLAS untuk Mewujudkan Mimpi-mimpi Mereka....itulah mereka ORANG_ORANG PILIHAN Allah....."

..Tinggal kita ikuti lagi CARA BERMIMPI yang benar ala Tony_Sapi yang sudah terbukti manjur.. Kuncinya mimpi itu harus 24 x 7 kita Pikirkan.. agar benar-benar merasuk ke dalam hati sanubari, sehingga setiap pojokan otak kita senantiasa terpacu untuk mencari jalan untuk merealisasikan step by step mimpi tersebut.. jadi mari kita pikirkan 7 x 24 jam bagaimana merealisasikan ide Tebar Qurban dan Aqiqah yang dibayarin tunjungan kantor atau APBD/APBN tersebut.. agar rakyat jelata yang buka kandang ternak alakadarnya dan bukan pegawai negeri atau orang kantoran juga bisa kecipratan tunjangan kelahiran kita.. ... @ga usah ngetawain krn namanya jg lagi mimpi...
  

Senin, 12 November 2012

Tak Terasa 2 Tahun Berlalu dlm Blajar Pindah Quadrant Hidup @PeternakanSaKaDo..



Perjalanan proses "Pindah Quadran" yg saya lakoni tak terasa akan menginjak tahun ke 2 awal tahun 2013 nanti,.. Pengalaman 2x lebaran qurban pun banyak membawa perubahan ritme hidup pribadi dan keluarga, karena jadi sering Tadabur Alam nengok progress kegiatan kandang ke Babakan Asem, Kab Sumedang... Sdikit demi sedikit, saya pun mulai menangkap makna  adanya benang merah dari visi "Beternak itu adalah profesi akhir zaman..." nya tulisan pa Muhaimin Iqbal, karena ternyata dengan beternak, jaringan silaturahim yg harus saya kenal rata-rata orang yg tidak jauh dari masjid atau majelis ta'lim... misalnya saja dlm urusan qurban.. 

.. Kegiatan Qubran yang dimotori Panitia dari Pengurus Masjid atau Majelis taklim, biasnya dimotori oleh orang-orang yg jiwa sosial nya di atas rata-rata orang awam.... Jaman kaya gini buat kita yang hidup di kota besar, kalo tanggal merah itu paling enak bersantai-santai jalan bareng ama keluarga... bisa di hitung jari berapa banyak dari kita yang mensengajakan untuk menghabiskan liburan Idul Adha menjadi sarana untuk bertemu dengan tetangga.. baik tetangga radius 40 rumah.. ataupun tetangga di luar radius 40 rumah.. alias sekelurahan atau

Itulah hikmah yg bisa saya petik dari perjalanan 2x musim qurban ini setelah mengenal quadran belajar ternak... Kalo dulu, lebaran qurban itu identik dengan liburan jalan-jalan nyari AC gratisan ke mall... namun setelah skarang terjerumus jadi isiator  kegiatan pemberdayaan ternak @SaKaDo_Academy, Idhul Adha adalah moment yg ditunggu-tunggu buat saya dan keluarga... Kalo perlu cuti kantor sebelum dan sesudah hari raya qurban mulai jadi agenda wajib tahunan...




Hal ini bukan hanya karena ada harapan hutang lunas dari "Bagi Hasil Paroan Ternak" alias balik modal atas semua dana ditanam di Desa Binaan, namun karena moment idhul Adha tsb saya jadikan ajang silaturahmi dengan tetangga radius 40 rumah di sekitar tempat tinggal, ajang silaturahmi dengan tetangga se-kelurahan.. Bahkan bisa jadi ajang silaturahmi dengan tetangga se-kecamatan melalui rangkaian proses pemotongan qurban di sekolahan anak-anak dgn ikut bantuin bapak dan ibu guru yg mengadakan prosesi pelajaran qurban bagi anak kita yang jadi anak didiknya di sekolahan.....


Dari interaksi dgn orang-orang pilihan itu pulalah yg mendorong saya untuk bersinergi dengan teman-teman di Yayasan Intisyar Salam untuk menggarap Tabungan_Qurban agar bisa berQurban Dengan Hewan Yang Terbaik.. Siapa tau ujicoba Tabungan Qurban ini bisa meng-endorse para peternak rakyat kecil lainnya untuk keciptratan margin yg lebih besar dari moment qurban tsb.. Bukan bandar qurban dan para pedagang musiman yg asal hewannya laku tanpa memikirkan BeyondBusiness di belakang proses  "Profesi Akhir Zaman" ini...atau jika ada pembaca blog tertarik ikutan TabQurban via Yayasan tersebut dengan senang hati akan saya fasilitasi... asal nanti motong dan distribusinya di ikhlas kan buat anak-anak SMP TERBUKA yg di kelola teman-teman Yayasan Intisayar Salam tersebut..

Nah skarang pertanyaannya..apa yg akan terjadi di TAHAP-3 dari proses blajar berkandang berjamaah di PeternakanSaKaDo ini.., apakah kondisi 26 temen-temen kantor yg di thn 2011 pernah terlibat paroan dgn total sapinya 60ekor  akan tertarik terlibat lagi dengan naro sapi di desa ?.. Ataukah akan seperti di TAHAP-2 dimana hanya 4 org saja yg ikut paroan.... Dan secara tdk resmi pada bubar jalan krn memang memberdayakan org itu banyak hambatan dan duri di perjalanannya...

Apalagi dari hasil survey Pa Kosim ke Jawa awal november ini, ternyata harga bakalan sapi lagi muuuhal banget paska Qurban kemarin, malah katanya sebagian jagal ampe pada demo. karena kondisi tersebut  (mungkin karena qurban yg lalu, sapi yang banyak dipotong bobot nya <200kg karena daya beli qurbannya rata-rata di level <Rp10jt),... walhasil kegiatan penggemukan sapi nya kita pending dulu untuk sementara waktu takut harga bakalan terlalu OVERHEAT.........

Kondisi TIARAP dari temen-temen kantor dan HARGA bakalan yg tinggi ini bisa saja menyebabkan kevakuman berkepanjangan dan jadi bumerang bagi yg dulu pernah terlibat di awal program perintisan pemberdayaan ternak karena TIARAP-nya kelamaan.. bahasa gaulnya Ilang Feeling ikut ikutan lagi dalam memberdayakan orang melalui kegiatan berkandang...  Itulah sebabnya mengapa sejak awal saya selalu gembar-gembor 2 Jurus kunci dalam pemberdayaan ternak di desa babakan Asem.. yaitu konsep TERIKAT dan TERLIBAT... 

Namun tidak selamanya Berhimpun akan menjadi suatu Pasukan,  jika tidak ada pihak yang mengarahkan, bisa jadi kita akan terjebak membentuk suatu GEROMBOLAN.. ........ TERIKAT dan TERLIBAT dalam suatu organisasi adalah kunci kesuksesan... .bahasa gaulnya disebut KOMITMEN... apalagi dalam  suatu proyek pemberdayaan.. jika komitmennya tidak sampai misi dunia dan akherat... tinggal tunggu saja ada goncangan dikit pasti pada bubar jalan para kaum perintisnya..

Ditinjau dari progress suatu program memberdayakan  masyarakat dgn beternak yang di kelola secara amatiran.. , saya boleh agak berbangga dikit karena saat ini pa Kosim Ahmadi yg jadi Agen Perubahan Pola Budaya TerNak di Desa Binaan, bisa benar-benar mandiri dalam menjalankan roda kandang... Bahkan saking cepatnya beliau berlari selama 2 tahun terakhir untuk merealisasikan mimpi saya dalam membuat KAMPOENG TERNAK di desanya. Dedikasi beliau jumpalitan membesarkan konsep kandang  berjamaahpun membuahkan hasil dengan status mendapat amanah sebagai pengurus Forum Peternak Sapi Indonesia (FPSI) Korwil sumedang... Suatu pencapaian kinerja yg luar biasa dari suatu proyek belajar beternak yg tadinya hanya sekedar keisengan belaka...  Walaupun PeternakanSaKaDo ini adalah organisasi tanpa bentuk alias 100% paroan ternak tradisional yg blm memiliki legalitas usaha berbadan hukum, namun dgn kondisi de Facto pa Kosim di amanahkan terlibat dlm organisasi peternak, bisa jadi indikator yang menggmbirakan bahwa saya ga salah Jurusan, naik angkot nya.. !!.. Alias masih on the track cita-cita RoadMap Proyek Ber-kandang Dunia Akherat nya di Desa Babakan Asem someday-somehow....



Kesimpulan saya menjelang TAHAP-3 tahun ajaran 2013 nanti.... Posisi nya jadi akan terbalik.. Bukan saya yg aktif  memberdayakan masyarakat lagi.. Tapi pa kosim lah yang akan menjadi lokomotif memberdayakan saya agar saya bisa jadi seperti dia... Merubah nasib saya yg masih jadi SaKaDo_Thinker... Menjadi SaKaDo_Doer seperti yg pa kosim lakukan..  Atau dlm skala yg lebih luas.. Nantinya konsep SaKaDo_Academy @PeternakanSaKaDo dengan pa Kosim sebagai Rektor merangkap dosen nya tsb..akan menjadi pengajar untuk kita semua untuk meraih "profesi akhir zaman melalui beternak....."

Untuk sementara waktu .... sambil nunggu harga bakalan sapi normal, kita finalisasi dulu proyek "Domba BERDIKARI" sebagai rintisan Proyek Pemberdayaan Dhuafa yg disuppport ZIS INDOSAT, sebagai blueprint perintisan mass production ber-kandang domba di PeternakanSaKaDo..  KPI sukses tidaknya tentu masih relevan menggunakan roadmap  mimpi Kampoeng Ternak, yaitu adanya peningkatan jumlah populasi ternak domba yg kita piara...