Selasa, 17 Mei 2016

Benarkah Dengan Menanam Pohon Jabon Akan Dapat Duit Miliaran ..... di saat 25 Tahun Yang Akan Datang.... ?...


25 Tahun Lagi... Duit Rp2,5Miliar itu masih ada Nilai Nya gak ya buat beli semangkok Baso
# Time Value Of Money #



Akhirnya Jabon yang ditanam 5 thn lalu di Cileunyi sukses kita tebang..... Sukses karena misi utama proses penebangan ini adalah menghindari atap rumah tetangga terancam kena patahan pohon jika ada angin kencang.. alias tujuan utamanya bukan nyari uang miliaran seperti yg marak di iklan iklan MLM nanam Jabon..






 Jabon Muda


Jadilah Pelaku.. Jangan Sebatas Jadi Investor
..Karena Dengan Menjadi Pelaku Kita akan tahu darimana Uang Keuntungan Berasal..
#.. Cermati... Jangan Silap Mata... #



Dengan modal beli bibit Jabon di tahun 2011 lalu yang cuma Rp3-5rb perak / pohon, sebetulnya modal bercocok tanam Jabon ini sangatlah murah meriah... Selama kurun waktu 2011-2016 ketika saatnya nebang, sama sekali saya tidak pernah melakukan perawatan, alias investasi yg kita lakukan hanya butuh beli bibit + biaya nanam via upah harian untuk yg gali lubang ..



Saking murahnya... bahkan dulu saya mengalami kelebihan pemesanan, karena area lahan nebeng bercocok tanam sudah setiap sudut nya di tanamin pohon jabon dan jati putih.. sehingga beberapa puluh bibit jabon dibiarkan mati saja sama yg ngurus lahan...


 Sisa Kelebihan Bibit Jabon saat 2011 Lalu


Jadi dengan modal awal cuma 1-2Juta di 2011 lalu, sebenarnya kita bisa nanam ratusan pohon bibit jabon, karena biaya yang paling mahal adalah upah harian untuk yang menanam, sementara porsi harga bibit sangatlah murah meriah.. namun setelah 4-5tahun ternyata pertumbuhan pohon jabon ini memang luar biasa bisa mencapai 8-10meter ... apalagi jika memang dilakukan perawatan secara rutih...









Namun tentu saja yang menjadi kendala bukan soal murahnya bibit.. tapi tidak semua pihak mempunyai lahan  untuk menanam bibit tsb... .sehingga muncullah kreatifitas investasi menanam jabon dalam bentuk paket paket penghijaun yang buat sebagian kalangan dinilai beresiko tinggi karena terindikasi "MONEY GAME"

HIGH RISK HIGH RETURN

Money Game berbungkus investasi memang ibarat kita mencium bau kentut... hanya bisa merasai busuk baunya.. tapi jika tidak ada yg mengaku dan tidak ada bunyi kentut, maka kita akan sulit mencari pelaku nya... # WASPADALAH SLALU



Dokumentasi Awal Nanam Jabon 2011




Numpang Gaya Saat Panen Jabon
Minimal Bisa Selfie Dengan Jabon Yang Kita Tanam Sendiri 
Dari Modal Rp3rebu perak



Dengan pengalaman pribadi menanam jabon yg harganya 3-5rb perak per pohon, dan dihasilkan 2 truk tebangan + 2 pick up.. maka saya bisa menyimpulkan jika sebaiknya memang kita harus selalu waspada dengan yang namanya paket investasi dalam bentuk apapun yang menjanjikan return yang menggiurkan ...  waspada dalam arti berkemauan untuk terus menganalisa mengenai kewajaran ..








Beruntunglah, Team Tebang dari SaKaDo_Academy Sumedang memang ahli nya dalam potong memotong tanaman, sehingga kekhawatiran atap tetangga hancur berantakan bisa diminimalisir...  Dengan pengalaman keseharian menebang pohon di lahan perum perhutani, gerak cepat pasukan penebang memang layak di acungkan 4 jempol sekaligus... Alhamdulillah..






Ternyata Memang Benar pohon jabon ini tumbuh relatif cepat, walau hanya termasuk kayu lunak, namun cocok buat jadi peneduh daerah daerah yg gersang... walaupun efek ulat nya bikin bulu agak merinding... wajar jika tetangga di sekitar lahan mertua ini pada protes... karena serangan ulat nya bisa sampai masuk pekarangan.. walau disisi lain keteduhan dan rimbun nya suasana mereka rasakan selama beberapa tahun berselang..






Proses Penebangan di pemukiman yg beresiko tinggi, mau gak mau memang harus melibatkan petugas PLN agar pohon tidak memutuskan kabel,,,, otomatis hal hal di luar core bisnis menanam pohon kayu ini menjadi "beban" yg mengikis hasil penjualan pohon jabon.. 









...Waspadalah...







Senin, 18 April 2016

Ketika Populasi Kambing dari Proyek Pemberdayaan Ternak Keroyokan Mulai Gak Muat Di Kandang....



Alhamdulillah di Semeseter 1 2016 ini lagi sering mendapat kabar dan kiriman gambar dari desa kalo banyak kambing yang lahiran... baik kambing yg dimodalin dari dompet saya pribadi maupun kambingnya teman-teman yang ikutan berkontribusi memeriahkan kandang agar tetap ada suara ternak qurban.


..

Target Ideal nya sih Begini


 
Ternyata ada benarnya juga diagram-diagram hasil resume dari berbagai sumber bahwa baru di tahun ke2 atau ke 3 ledakan populasi dari ternak yg kita piara baru akan keliatan... minimal pada timeframe tersebut kita mulai mendapatkan cucu dari indukan betina yang kita beli... 











..Lahiran Generasi Ke-2 dari Indukan Betina Ex Cileunyi 2011..


Dengan hasil pengamatan 4-5tahun belajar paroan ternak ini, kayanya mulai didapat titik keyakinan bahwa yang namanya paroan ternak itu memang masih layak dilakukan.. terlepas dari berapa besar porsi masing-masing dari pemodal - pemelihara - dan management kandang... yang jelas secara aktivitas investasi yang namanya paroan ternak masih lebih layak dari pada ikutan MLM investasi  bodong..



Paroan Ternak Vs Investasi  Bodong
Pilih Mana ???


Dalam Paroan ternak, masalah yg biasanya bikin jantungan adalah lamanya balik modal yang memang tidak pasti..  Tidak Pasti karena yang namanya mahluk hidup sebelum di konversi jadi uang dia tidak bisa masuk ke rekening bank kita..

Contohnya seperti anakan jantan Ex Cileunyi yang sudah hampir 2 tahun dinanti nanti untuk bisa jadi duit.. ternyata pas musim qurban duitnya gak datang-datang...  inilah salah satu "KESIALAN ABADI" yang di piara di dunia ternak... karena para pemain di dunia ternak ini terdiri dari berbagai lapisan kalangan, maka yang namanya etika bisnis, etika hutang piutang, hubungan  bisnis jangka panjang dsb menempati urusan paling belakang..  yg profesor management ajah bisa di kibulin makelar nakal... apalagi yg bukan profesor... 










 Ini Ibunya si Jantan HItam Ex Cileunyi Yang gak Jadi Duit masih brojolin juga di 2016 ini
#.. masih produktif ternyata sejak 2011 #















Apakah dengan Populasi yg banyak itu pertanda kita mulai menikmati keutungan dari kegiatan "buang duit" ke desa via kegiatan pemberdayaan amatiran ini ?... hmmmm kayanya dengan sangat pahit saya harus katakan bahwa masih panjang perjalanan untuk sampai kepada kesimpulan uang modal bisa balik...


karena tahap selanjutnya yg paling susah saat kita bekerja sama dengan orang di desa adalah TRANSPARANSI DATA..  mana saja kambing saya.. mana saja kambing teman teman saya.. dan masa saja kambing yg 100% menjadi hasil investasi paraoan saya adalah pertanyaan pertanyaan lanjutan yg harus di tunggu jawabannya... 

jadi .. sekali lagi.. kisah kisah di blog ini mashi berkutat di sisi PROSES... sementara HASIL nya masih jauh panggan daripada api... alias harus ber SABAR sampai batas yg TIADA AKHIR..