Selasa, 23 April 2013

Era Tinggal Landas... ?... Masih Ingat kah Kita dengan cita-cita Jadul itu.. # Edisi KulTum...#


..TINGGAL LANDAS Vs MASIH  BIKIN LANDASAN...
# Mari Kita Coba Realisasikan Bersama di Desa Babakan Asem..#


Masa Depan Desa Babakan Asem "Dunia-Akherat" Ada di Pundak Mereka..

 "...Tahap prasyarat TINGGAL LANDAS didefinisikan Rostow sebagai suatu masa transisi di mana masyarakat mempersiapkan dirinya untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (selfsustained growth).

Smoga akan Banyak Terlahir MUJAHID MUDA dari Desa Suatu Saat Nanti..



Teori pembangunan ekonomi dari Rostow ini sangat populer dan paling banyak mendapatkan komentar dari para ahli. Teori ini pada mulanya merupakan artikel Rostow yang dimuat dalam Economics Journal (Maret 1956) dan kemudian dikembangkannya lebih lanjut dalam bukunya yang berjudul The Stages of Economic Growth (1960). Menurut pengklasifikasian Todaro, teori Rostow ini dikelompokkan ke dalam model jenjang linear (linear stages mode/).


Rostow pulalah yang membuat distingsi antara sektor tradisional dan sektor kapitalis modern. Frasa-frasa ini terkenal dengan terminologi ‘less developed’, untuk menyebut kondisi suatu negara yang masih mengandalkan sektor tradisional, dan terminologi ’more developed’ untuk menyebut kondisi suatu negara yang sudah mencapai tahap industrialisasi dengan mengandalkan sektor kapitalis modern.

Mempersiapkan Landasan... @April 2013



Dalam hal prekondisi untuk meningkatkan ekonomi suatu negara, penekanannya terdapat pada keseluruhan proses di mana masyarakat berkembang dari suatu tahap ke tahap yang lain. Tahap-tahap yang berbeda ini ditujukan untuk mengidentifikasi variabel-variabel kritis atau strategis yang dianggap mengangkat kondisi-kondisi yang cukup dan perlu untuk perubahan dan transisi menuju tahapan baru yang berkualitas. Teori ini secara mendasar bersifat unilinear dan universal, serta dianggap bersifat permanen.


Mempersiapkan Landasan... @April 2013

Pembangunan, dalam arti proses, diartikan sebagai modernisasi yakni pergerakan dari masyarakat pertanian berbudaya tradisional ke arah ekonomi yang berfokus pada rasional, industri, dan jasa. Untuk menekankan sifat alami ‘pembangunan’ sebagai sebuah proses, Rostow menggunakan analogi dari sebuah pesawat terbang yang bergerak sepanjang lintasan terbang hingga pesawat itu dapat lepas landas dan kemudian melayang di angkasa.


Mempersiapkan Landasan... @April 2013


Pembangunan, dalam arti tujuan, dianggap sebagai kondisi suatu negara yang ditandai dengan adanya: 
  1. Kemampuan konsumsi yang besar pada sebagian besar masyarakat, 
  2. Sebagian besar non-pertanian, dan 
  3. Sangat berbasis perkotaan.

Mempersiapkan Landasan... @April 2013

Sebagai bagian teori modernisasi, teori ini mengkonsepsikan pembangunan sebagai modernisasi yang dicapai dengan mengikuti model kesuksesan Barat. Para pakar ekonomi menganggap bahwa teori pertumbuhan ekonomi ini merupakan contoh terbaik dari apa yang diistilahkan sebagai ‘teori modernisasi’.




Truk Kandang Lagi Off Road @2012-04-14
Smoga Tinggal Jadi Kenangan ........



Menurut Rostow, proses pertumbuhan ekonomi bisa dibedakan ke dalam 5 tahap : 
  1. Masyarakat tradisional (the traditional society),. 
  2. Prasyarat untuk tinggal landas (the preconditions for take-off),
  3. Tinggal landas (the take-off),
  4. Menuju kekedewasaan (the drive to maturity), dan
  5. Masa konsumsi tinggi (the age of high mass-consumption)


Mars PeternakanSaKaDo... Biar Sumangad Trus..


Masyakarat Tradisional (The Traditional Society).
Pada masa ini kehidupan masih sangat tradisional, adat istiadat masih berperan kuat. Produksi masih menggunakan alat yang sederhana dan hanya mampu memproduksi dengan hasil yang terbatas.

Persyaratan untuk lepas landas (Precondition for take off).
Pada masa ini masyarakat mulai menyadari pentingnya dilakukan pembaharuan atau perubahan hidup. Mereka sudah tidak terpaku pada adat dan mulai menerima pemikiran-pemikiran baru, menerima inovasi-inovasi baru dan menerima perubahan cara-cara berproduksi. Akibat selanjutnya terjadilah perubahan struktur sosial, sistem politik dan struktur kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi mengalami perubahan dari agraris menjadi industri dan perdagangan. Sehingga, proses pertumbuhan ekonomi sudah mulai berlangsung dengan mantap dan negara dikatakan sudah siap menuju tahap lepas landas.


Lepas landas (cake off). 
Pada masa ini pertumbuhan ekonomi terus berlangsung. Pada permulaan masa lepas landas, bisa terjadi revolusi politik, timbulnya pasar baru yang sangat luas dan muncul penemuan baru yang sangat banyak. Selanjutnya, terjadi kegiatan penanaman modal yang pesat dan mencapai 10% dari Produk Nasional Neto, terjadi kemajuan yang tinggi dalam sektor industri serta terwujudnya suatu kerangka dasar yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan ekonomi ke tahap berikutnya. 

Perekonomian yang matang / dewasa (Matarty of economic). Pada masa ini masyarakat sudah mampu menggunakan teknologi modern secara selektif sehingga faktor-faktor produksi dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Sektor dan industri pada masa ini merupakan sektor yang semakin penting, sedangkan sektor pertanian semakin menurun perannya. Kemudian, muncul tenaga-tenaga profesional di bidang industri. Perekonomian yang matang (dewasa) ditandai juga dengan kemampuan negara dalam menyelesaikan sendiri kesulitan ekonomi tanpa meminta bantuan dari negara lain.


Masa ekonomi konsumsi tinggi (high mass consumption). 
Masa konsumsi tinggi merupakan tahap pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi. Pada masa ini masyarakat telah mencapai kemakmuran. Masyarakat lebih memikirkan cara berkonsumsi untuk mengalokasikan penghasilannya yang melimpah, pendapatan per kapita riil yang sangat tinggi digunakan untuk konsumsi semua barang termasuk barangbarang mewah. Pada masa ini negara dan masyarakat tinggal berusaha untuk mempertahankan kemakmuran.





Mimpi Babakan Asem dapat WIFI dan Internet Gratisan Terealisasi juga
Ga tau siapa yg bantuin... program dari Kantornya Ust Tifakul kaleee

Dasar pembedaan tahap pembangunan ekonomi menjadi 5 tahap tersebut adalah: Karakteristik perubahan keadaan ekonomi, sosial, dan politik yang terjadi.

Menurut Rostow, pembangunan ekonomi atau proses transformasi suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat moderen merupakan suatu proses yang multidimensional. Pembangunan ekonomi bukan hanya berarti perubahan struktur ekonomi suatu negara yang ditunjukkan oleh menurunnya peranan sektor pertanian dan peningkatan peranan sektor industri saja.

Galian Pasir dan batu dari Gn Tampomas lebih banyak diangkut Membangun Kota..
Kenapa Ga di pasang benerin infrastruktur di Desa aja yach.... 
Tanya Kenaapa... ?


Menurut Rostow, disamping perubahan seperti itu, pembangunan ekonomi berarti pula sebagai suatu proses yang menyebabkan antara lain: 
  1. Perubahan orientasi organisasi ekonomi, politik, dan sosial yang pada mulanya berorientasi kepada suatu daerah menjadi berorientasi ke luar.
  2. Perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga, yaitu dari menginginkan banyak anak menjadi keluarga kecil.
  3. Perubahan dalam kegiatan investasi masyarakat, dari melakukan investasi yang tidak produktif (menumpuk emas, membeli rumah, dan sebagainya) menjadi investasi yang produktif. 
  4. Perubahan sikap hidup dan adat istiadat yang terjadi kurang merangsang pembangunan ekonomi (misalnya penghargaan terhadap waktu, penghargaan terhadap prestasi perorangan dan sebagainya



Minat ??? ... Salah Satu Tanah Warga. 
Yg Ready for Sale buat ditanamin Bibit Buah.. 
Yang Tadinya gersang mari kita hijaukan lagi via De'Urbanizarion LifeStyle


1) Masyakarat Tradisional

Masyarakat yang fungsi produksinya terbatas yang ditandai oleh cara produksi yang relatif masih primitif (yang didasarkan pada ilmu dan teknologi pra-Newton) dan cara hidup masyarakat yang masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang kurang rasional, tetapi kebiasaan tersebut telah turun temurun. Tingkat produktivitas per pekerja masih rendah, oleh karena itu sebagian besar sumberdaya masyarakat digunakan untuk kegiatan sektor pertanian. Dalam sektor pertanian ini, struktur sosialnya bersifat hirarkhis yaitu mobilitas vertikal anggota masyarakat dalam struktur sosial kemungkinannya sangat kecil. Maksudnya adalah bahwa kedudukan seseorang dalam masyarakat tidak akan berbeda dengan nenek moyangnya.


Sementara itu kegiatan politik dan pemerintah pada masa ini digambarkan Rostow dengan adanya kenyataan bahwa walaupun kadang-kadang terdapat sentralisasi dalam pemerintahan, tetapi pusat kekuasaan politik di daerah-daerah berada di tangan para tuan tanah yang ada di daerah tersebut. Kebijaksanaan pemerintah pusat selalu dipengaruhi oleh pandangan para tuan tanah di daerah tersebut.
 



Internet Gratis Sudah Masuk Desa.. Mari Kita Arahkan Generasi Bangsa 
Menuju Kemandirian Food-Energy-Water di Desa Sana



2) Tahap Prasyarat Tinggal Landas


Menyiapkan Landasan Mei 2013

Tahap prasyarat tinggal landas ini didefinisikan Rostow sebagai suatu masa transisi di mana masyarakat mempersiapkan dirinya untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (selfsustained growth). Menurut Rostow, pada tahap ini dan sesudahnya pertumbuhan ekonomi akan terjadi secara otomatis.

.... Para Perintis Landasan ESR......


Tahap prasyarat tinggal landas ini mempunyai 2 corak. 

  1. Pertama adalah tahap prasyarat lepas landas yang dialami oleh negara-negara Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Afrika, di mana tahap ini dicapai dengan perombakan masyarakat tradisional yang sudah lama ada.
  2. Tahap prasyarat tinggal landas yang dicapai oleh negara-negara yang born free (menurut Rostow) seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, di mana negara¬negara tersebut mencapai tahap tinggal landas tanpa harus merombak sistem masyarakat yang tradisional. Hal ini disebabkan oleh sifat dari masyarakat negara-negara tersebut yang terdiri dari imigran yang telah mempunyai sifat-sifat yang dibutuhkan oleh suatu masyarakat untuk tahap prasyarat tinggal landas.

Doa Dari Pemimpin Bangsa untuk Rakyatnya agar Terus Bekerja Keras..
#....Nothing Free Under The Sun... #

Seperti telah diungkapkan di muka, Rostow sangat menekankan perlunya perubahan-perubahan yang multidimensional, karena ia talk yakin akan kebenaran pandangan yang menyatakan bahwa pembangunan akan dapat dengan mudah diciptakan hanya jika jumlah tabungan ditingkatkan. Menurut pendapat tersebut tingkat tabungan yang tinggi akan mengakibatkan tiangkat investasi tinggi pula sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi yang dicerminkan oleh kenaikan pendapatan nasional. Namun menurut Rostow pertumbuhan ekonomi hanya akan tercapai jika diikuti oleh perubahan-perubahan lain dalam masyarakat. Perubahan-perubahan itulah yang akan memungkinkan terjadinya kenaikan tabungan dan penggunaan tabungan itu sebaik-baiknya.



Perubahan-perubahan yang dimaksudkan Rostow misalnya kemampuan masyarakat untuk menggunakan ilmu pengetahuan moderen dan membuat penemuan-penemuan baru yang bisa menurunkan biaya produksi. Disamping itu harus ada pula orang-orang yang menggunakan penemuan baru tersebut untuk memodernisir cara produksi dan harus didukung pula dengan adanya kelompok masyarakat yang menciptakan tabungan dan meminjamkannya kepada wiraswasta (entrepreneurs) yang inovatif untuk meningkatkan produksi dan menaikkan produktivitas.



 Bisa NgeTrack dech skarang...

Singkatnya, kenaikan investasi yang akan menciptakan pembangunan ekonomi yang lebih cepat dari sebelumnya bukan semata-mata tergantung kepada kenaikan tingkat tabungan, tetapi juga kepada perubahan radikal dalam sikap masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, perubahan teknik produksi, pengambilan resiko, dan sebagainya.

 



3) Tahap tinggal landas

pertumbuhan ekonomi selalu terjadi. Pada awal tahap ini terjadi perubahan yang drastis dalam masyarakat seperti revolusi politik, terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi, atau berupa terbukanya pasar-pasar baru. Sebagai akibat dari perubahan¬perubahan tersebut secara teratur akan tercipta inovasi-inovasi dan peningkatan investasi. Investasi yang semakin tinggi ini akan mempercepat laju pertumbuhan pendapatan nasional dan melebihi tingkat pertumbuhan penduduk. Dengan demikian tingkat pendapatan per kapita semakin besar.


Inilah TARGET  TINGGAL LANDAS 
YANG SESUNGGUHNYA..
 
 See You @Survey Lokasi Tgl 9 Mei nanti..


baca ajah dech komplit nya di sini.. :

http://mbegedut.blogspot.com/2011/10/teori-pertumbuhan-ekonomi-ww-rostow.html


Sabtu, 20 April 2013

Merenung Sejenak........ Disaat Usia Mulai Kepala 4...


Posted by on August 21, 2011
Oleh : Cahyadi Takariawan

Waktu berjalan sangat cepat. Kemarin rasanya masih menikmati masa-masa studi yang menyenangkan dengan berbagai dinamika di kampus. Tidak terasa kita sekarang telah mulai beruban. Anak-anak telah mulai beranjak dewasa. Sebagian dari kita telah memiliki menantu. Bahkan sudah punya cucu. Tidak sadar, usia kita telah berkepala 4 !





Apa yang kita rasakan pada usia empat puluh ? Apa yang menjadikan usia ini istimewa ? Mengapa 40 Tahun ? Ya, mengapa pilihannya usia 40 tahun ? Ternyata memang ada banyak hal yang istimewa pada usia 40 ini. Lihat bagaimana Al Qur’an memberikan perhatian yang spesifik pada usia ini.


Firman Allah :
“Sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya mencapai EMPAT PULUH TAHUN, ia berdoa: Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal salih yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri “ (Al Ahqaf: 15).



Al Hasan memaknai Al Asyud (dewasa) adalah “mencapai usia 40 tahun, dan telah tegak hujjah baginya”. Imam Baidhawi menjelaskan makna hatta idza balagha asyuddahu, “yaitu mencapai usia yang tidak lagi bertambah perkembangannya, dan itu adalah semenjak 30 hingga 40 tahun. Akal ketika itu telah mencapai kesempurnaan”.


Mencoba Membuat RoadMap Hidup 2 Tahun Lalu...


Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan makna wa balagha arba’ina sanah, ”yakni sempurna 40 tahun, dan ini adalah usia dewasa yang paling sempurna”. Imam Al Qurthubi sependapat dengan hal ini.


Firman Allah :
“Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan” (Al Qashash: 14).






Makna wastawa menurut Ibnu Abbas, “yaitu pada saat usia 40 tahun. Dan kesempurnaan akal di antara usia 30 dan 40 tahun. Jika lebih dari 40 tahun akan mulai berkurang”.

Ibnu Jarir, Ibnul Mundzir dan Ibnu Hatim meriwayatkan dari Imam Mujahid mengenai makna firman Allah wastawa, “yaitu usia 40 tahun”. Imam Qatadah juga berpendapat yang sama. Ath Thabari menjelaskan makna wastawa adalah “pada usia 40 tahun”.




Firman Allah :

“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan?” (Fathir: 37).

Makna nu’ammirkum, memanjangkan usia dalam masa yang cukup, menurut Imam Ath Thabari adalah pada usia 40 tahun. Imam Mujahid berkata, bahwa ia mendengar dari Ibnu Abbas mengenai ayat di atas, adalah usia 40 tahun. Pendapat seperti ini dinukil pula dalam Tafsir Ath Thabari dan Ibnu Katsir.


After 40...  
Akahkan Makin Tenggelam Ngurus Dunia... ? 


Pendapat Para Ulama
  1. “Sesungguhnya Allah menyebutkan umur 40 tahun karena ini sebagai batasan bagi manusia dalam keberhasilan maupun keselamatannya” (Tafsir Ats Tsa’aliby)
  2. “Mereka (kaum salaf) berkata, bahwa jika seseorang sudah mencapai usia 40 tahun dan berada pada suatu perangai tertentu, maka ia tidak akan pernah berubah hingga datang kematiannya” (Ibrahim an Nakha’i)
  3. “Maka sampainya seseorang kepada usia dewasa adalah suatu tingkatan antara baligh dengan usia 40 tahun… Maka apabila telah berkumpul jenggotnya, dia adalah seorang pemuda hingga usia 40 tahun. Kemudian menjadi tua hingga usia 60 tahun, kemudian menjadi lanjut usia” (Ibnul Qayyim Al Jauzy).


Peristiwa Bersejarah saat Usia 40 Tahun
  1. “Para ahli tafsir berkata bahwa Allah Ta’ala tidak mengutus seorang Nabi kecuali jika telah mencapai usia 40 tahun” (Imam Asy Syaukani).
  2. “Rasulullah Saw diutus serta diwahyukan kepada beliau Al Qur’an, ketika beliau berusia 40 tahun” (Ibnu Abbas).
  3. “Demikianlah yang kami sebutkan bahwa beliau Saw diutus menjadi Rasul ketika mencapai usia 40 tahun. Inilah yang benar dan masyhur yang disepakati ulama” (Imam Nawawi)
  4. “Masa mudaku semakin terasa sempurna pada saat perang Qadisiyah, dan saat itu aku berusia 40 tahun” (Abu Amr Asy Syaibani Sa’ad bin Iyas).
  5. ”Imam Ahmad bin Hanbal tidak menikah sampai umur 40 tahun. Hal ini dimaksudkan untuk lebih berkonsentrasi dalam menuntut ilmu” (Imam Ibnu Al Jauzi).
  6. “Masyarakat Quraesy pada masa Jahiliyah tidak memasukkan seorangpun ke dalam Darun Nadwah sebelum mencapai usia 40 tahun. Kecuali Hakim bin Hizam, ia masuk Darun Nadwah usia 15 tahun, karena kecerdasan akal dan kepandaiannya” (Imam Adz Dzahabi).
  7. “Masyarakat China akan mematuhi raja mereka jika raja tersebut telah mencapai usia 40 tahun” (Yaqut Al Hamawi).

Umur 40 dan Uban
  1. Sabda Nabi Saw, “Manusia yang pertama kali melihat uban adalah Ibrahim As, lalu ia berkata: Ya Rabbi apakah ini? Allah Ta’ala menjawab: Ini adalah kemuliaan dan kelembutan wahai Ibrahim. Maka Ibrahim berkata: Ya Rabbi, tambahkanlah kepadaku kemuliaan dan kelembutan” (Riwayat Imam Malik)
  2. Sabda Nabi Saw, “Uban adalah cahaya seorang mukmin. Tidaklah seorang beruban dalam keadaan Islam, kecuali pastilah ia dengan setiap helai ubannya memiliki kebaikan dan diangkat baginya satu derajat kebaikan” (dalam kitab Shahihul Jami’)
  3. “Uban akan datang ketika telah sempurna usia 40 tahun… Uban datang saat usia dewasa, dan ia merupakan tanda perpisahan dengan masa anak-anak” (Imam Al Qurthubi)
  4. “Orang yang telah mencapai 40 tahun, tandanya adalah dengan munculnya uban” (Imam Al Munawi)
  5. ”Di antara wasiat Lukman kepada anaknya adalah: Wahai anakku, takutlah engkau dari wanita yang jahat, sebab ia akan menjadikanmu cepat beruban sebelum waktunya” (Imam Al Ghazali).


Target After kepala40   
1 Orang 1 Sapi buat Qurban... Amin aja dah.. 

Apa Yang Harus Dilakukan Pada Usia 40 Tahun ?
“Sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya mencapai EMPAT PULUH TAHUN, ia berdoa: Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal salih yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri “ (Al Ahqaf: 15).

Smoga Bisa Niru Eyangnya anak-anak kelak  
Bisa Punya Pondokan di lingkungan Pesantren Yang Dirintis Bareng Konconya....


1.     Memperbanyak doa
Imam Asy Syaukani menjelaskan tentang ayat di atas, ”Dalam hal ini ada dalil bahwa hendaklah seseorang yang mencapai usia 40 tahun memperbanyak doa-doa tersebut”.

Smoga diberikan Ilham serta azam yang kuat dan pertolongan Allah,

Yakni doa dan permohonan agar mendapatkan ilham serta azam yang kuat dan pertolongan Allah, untuk selalu bersyukur kepada Allah atas segala nikmatNya, dan untuk melaksanakan amal salih yang diridhaiNya. Imam Al Qurthubi menjelaskan, ”Allah menyebutkan bahwa orang yang telah mencapai usia 40 tahun maka telah tiba saat baginya untuk mengetahui nikmat Allah yang ada padanya dan pada kedua orang tuanya serta mensyukurinya”.

Your Job Is Not Your Career

Demikian pula doa agar Allah memperbaiki anak keturunannya. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa ada seorang lelaki yang mengadukan anaknya kepada Thalhah bin Musharrif. Thalhah berkata kepadanya, ”Mintalah tolong dalam masalah anakmu dengan ayat Rabbi auzi’ni an asykura….

2.     Memperbanyak kewaspadaan
Ibnu Katsir meriwayatkan, bahwa ketika Imam Masruq ditanya, ”Kapan seseorang diadzab karena dosa-dosa yang dilakukannya?” Beliau menjawab, ”Jika engkau telah mencapai usia 40 tahun, maka hendaklah engkau selalu waspada”.

3.     Mempersiapkan kematian
Imam Malik berkata, ”Aku mendapatkan para ahli ilmu di negeri kami, mereka mencari dunia dan berbaur dengan manusia, namun ketika di antara mereka sudah mencapai usia 40 tahun maka mereka akan memisahkan diri dari orang banyak dan menyibukkan diri dengan persiapan untuk hari kiamat hingga ajal menjemput mereka”.


 Dauroh Jenazah Yayasan Instisyaar Salam


4.     Memperbanyak bersyukur kepada Allah
Az Zajjaj berpendapat, ”Maksud ayat tersebut adalah: Halangilah aku dari segala sesuatu, kecuali dari bersyukur terhadap segala nikmatMu”.


5.     Memperbanyak taubat
Ibnu Katsir menjelaskan makna ayat di atas, adalah ”sebuah bimbingan bagi orang yang telah mencapai usia 40 tahun, yakni agar ia memperbarui taubatnya dan kembali kepada Allah, serta bertekat untuk itu semua”.




Referensi
  1. Abdullah Nasih Ulwan, Membentuk Kepribadian Islam, Al Islahy Press, Jakarta, 1988
  2. Ali bin Said bin Da’jam, Misteri Umur 40 Tahun, Pustaka At Tibyan, Solo, 2007
  3. Irsyad Syafar, Manajemen Waktu Muslim, Kairo, 1999